Sumut Jangan Dipanasi

Sejak Jumat (22/10) lalu Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan Salemba Jakarta. Penahanan itu menuai keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat Sumut, yang ditunjukan dengan banyaknya tamu yang menjenguk Syamsul Arifin di Rutan Salemba.

Fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara, Baskami Ginting, mengharapkan kalangan politisi di Sumut tidak mengeluarkan pernyataan dan melakukan tindakan yang dapat mengkisruhkan kondisi daerah yang kondusif pascapenahanan Syamsul Arifin.

“Situasi Sumut sangat kondusif, jadi jangan dipanas-panasi,” kata Baskami, kemarin malam.

Selama ini, kata Baskami, roda pemerintahan di Sumut sangat kondusif karena kekompakan dan kesolidan “Trio Pemprov Sumut” yakni Gubernur Syamsul Arifin, Wagub Gatot Pudjo Nugroho dan Sekretaris Daerah RE Nainggolan. Kondusivitas itu semakin baik, kata Baskami, karena dalam dua tahun lebih kepemimpinan Gubernur Syamsul Arifin dan wakilnya Gatot Pudjo Nugroho perekonomian Sumut mengalami peningkatan. Namun sayangnya, ada indikasi untuk mengganggu kondusivitas itu melalui pernyataan sejumlah pihak yang dinilai kontraproduktif.

Khawatirnya, pernyataan itu dapat “mengotak-kotakkan” berbagai kalangan masyarakat, baik politisi maupun jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Sumut. Padahal, kata Baskami, sebelum mengalami penahanan, Gubernur Syamsul Arifin telah rutin melakukan ‘safari’ untuk menenangkan masyarakat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan coreng upaya yang telah dilakukan Syamsul Arifin selaku Gubernur. Jangan sampai masyarakat, SKPD dan politisi terkotak-kotak,” katanya.

Mantan anggota DPRD Sumut itu mengharapkan Wagub Gatot Pudjo Nugroho dan Sekretaris Daerah RE Nainggolan tetap mengkoordinasikan program pembangunan provinsi itu dengan Gubernur Syamsul Arifin. Hal itu diperlukan karena sesuai amanat undang-undang, Syamsul Arifin, masih Gubernur Sumut sebelum ada putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan. Kalangan politisi dan pemerhati politik juga diharapkan tidak memberikan pernyataan yang dapat membingungkan masyarakat, khususnya dalam membahas kepemimpinan di Sumut terkait penahanan Gubernur Syamsul Arifin.

“Suka atau tidak suka, Syamsul Arifin sampai saat ini masih gubernur dan ‘bapak’ Sumut sehingga semua harus mendukung beliau dan segala kebijakannya,” kata Baskami. Kemudian, katanya, masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dan wacana yang dimunculkan kalangan politisi dan pemerhati politik di Sumut juga tentang dukung mendukung atau membicarakan pihak yang berkuasa dan berwenang dalam menetapkan kebijakan pembangunan di Sumut pascapenahanan Syamsul Arifin.

“Jangan mau digiring salah satu parpol untuk memihak kelompok tertentu. Ini bukan masa kampanye untuk meraih kekuasaaan. Ini masa proses hukum,” kata Baskami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: