Tunggu di Pengadilan

Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, kembali menegaskan dirinya bertanggung jawab sebagai pemimpin. Ditegaskannya, soal bersalah atau tidak, hanya pengadilan yang berhak memutuskan.

Syamsul mengaku sejak dijadikan tersangka, untuk ketiga kalinya kemarin menjalani pemeriksaan selama lima jam. Dia menjalani pemeriksaan seputar dengan 30 pertanyaan seputar pengeluaran dana APBD. “Prosesnya sesuai prosedur, saya jelaskan semuanya itu,” kata mantan Bupati Langkat itu, tadi malam.

Syamsul menegaskan, sebagai pemimpin dia akan bertanggung jawab dan bekerjasama dengan penyidik. “Saya selalu menghargai KPK dan mematuhi hukum. Salah atau tidak salah itu ada di pengadilan,” tegasnya.

Ketua DPD Golkar Sumut itu rencananya akan kembali menjalani pemeriksaan ke empat pada pekan depan. Meski sedikit terganggu dengan sakit gula, Syamsul tetap semangat dan optimis bisa menyelesaikan kasus tersebut dengan baik. “Saya sehat, namanya sakit gula, kan nggak bisa sembuh,” katanya.

Sementara, lanjut dia, mengenai tugas-tugas yang diembannya sebagai Gubsu, sampai saat ini tetap dijalankan melalui sang wakil, Gatot Pujonugroho.

Dikatakannya, Pemprovsu masih berjalan sesuai tupoksi (tugas dan fungsi) nya. Oleh karena itu tidak ada kendala meskipun dirinya kini berada di balik terali besi. Dicontohkannya, pelantikan Bupati Nias Barat dan Gunung Sitoli yang dilaksanakan oleh Wagub, begitupun acara peringatan Sumpah Pemuda di Medan.

“Semalam ada pelantikan pejabat Nias Barat dan Gunung Sitoli, saya sudah tugaskan wakil gubernur (wagub). Hari ini juga menugaskan wagub menghadiri upacara Hari Sumpah Pemuda dan pelantikan Bupati Simalungun,” kata Gubsu usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di jalan RH Rasunan Said, Jakarta, hari ini.

Syamsul juga berpesan kepada jajaran Pemprovsu yang agar tetap bekerja dengan baik. “Bekerja dengan baik. Bahwa Sumut itu diatur dengan sistem, bukan diatur oleh orang,” sebut Syamsul yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp102,7 miliar.

Syamsul mengaku, sebelum ditahan dirinya tidak pernah ditanya mengenai subtansi kasus yang disangkakan kepadanya. Informasi yang sebelumnya diberitakan, penahanan terhadap Syamsul merupakan upaya politis yang dilakukan oleh lawan politiknya, meski KPK telah membantahnya.

Sementara Jurubicara KPK, Johan Budi mengatakan, sama sekali tidak ada unsur politik atau unsur apapun mulai dari proses pemeriksaan, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Syamsul. “Ini murni karena KPK telah memiliki bukti yang nyata. KPK memiliki sedikitnya 2 alat bukti yang bisa menetapkan pak Syamsul menjadi tersangka, dan ditahan,” kata Johan.

Namun ketika ditanya apa 2 bukti yang dimiliki KPK, Johan menolak menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: