Mengapa KPK Begitu Semangat Menahan Gubsu?

Banyak pihak yang merasakan KPK tampak sangat bersemangat untuk menahan H Syamsul Arifin. Seperti disampaikan sendiri oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, dia kecewa dengan penahanan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin, karena dia baru sekali menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, dan kabarnya sama sekali belum memasuki materi perkara.

“Beliau diperiksa sekali, langsung ditahan. Pemeriksaan juga pendahuluan saja, belum masalah materinya,” katanya seraya berharap asas praduga tak bersalah tetap diterapkan.

Sementara itu, sumber Harian Mandiri di Jakarta, melihat indikasi bahwa penahanan tampaknya sudah diputuskan KPK bahkan sebelum pemeriksaan dimulai. “Ini kan janggal, dan bertentangan dengan pernyataan juru bicara KPK sebelumnya, bahwa keputusan penahanan Syamsul akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Sumber yang saat itu berada di sekitar gedung KPK juga telah mendapat bocoran informasi sekitar jam 15.00 WIB bahwa orang nomor satu di Sumut itu akan ditahan. “Bagaimana itu, informasi yang semestinya rahasia kok bisa beredar luas di luar?” katanya.

Sumber yang sama juga mengatakan juru periksa (Juper) KPK meminta maaf sampai empat kali kepada Syamsul karena mereka harus menahannya. “Apakah permintaan maaf semacam itu lahir dari perasaan bersalah atau bagaimana, kita tidak tahu, yang jelas hal semacam itu tidak lazim, apalagi sampai empat kali” ujarnya.

Dia berharap KPK bekerja independen dalam kasus ini, jangan sampai tindakannya terkesan seperti mendapat order dari pihak tertentu, yang karena satu dan lain kepentingan, ingin “menghabisi” Syamsul secara politis.

“Bukan hendak berprasangka buruk, tetapi saya melihat KPK sangat termotivasi untuk menahan beliau, padahal setahu kita dari tiga alasan penahanan, baik itu mencegah melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi kejahatan yang sama, tidak ada yang terpenuhi,” katanya.
Syamsul sendiri sudah menyampaikan permohonan penundaan penahanan karena alasan kesehatan, selain itu dia juga sudah dijadwalkan untuk melantik Bupati Simalungun dalam waktu dekat, namun pihak KPK bersikukuh menolak.

KPK juga tidak menggubris permohonan Partai Golkar agar KPK memberikan izin bagi Gubsu untuk bisa melantik lebih dulu Bupati Simalungun terpilih pada Jumat mendatang.

“Kalau KPK memberikan penangguhan penahanan, tentu akan lebih baik lagi. Akan tetapi, kami hanya mengimbau agar KPK memberi izin agar Pak Syamsul melantik lebih dulu Bupati Simalungun terpilih. Sebab, ini penting bagi Simalungun. Kabupaten ini tercatat kabupaten terakhir yang baru menyelesaikan tahapan pemilihan kepala daerah,” tandas Akbar.

Menurut Akbar, apabila nantinya KPK akan menahannya kembali setelah acara, Partai Golkar tidak keberatan. “Bagi kami, yang penting, tahapan akhir itu bisa dijalankan dan pembangunan di Kabupaten Simalungun bisa tidak terhambat,” tambahnya.

“Saya yakin sekali, Pak Syamsul tidak akan melarikan diri atau melakukan kejahatan yang sama, apalagi menghilangkan barang-barang bukti. Bukti Pak Syamsul menghormati hukum terlihat pada kepatuhannya selama ini memenuhi undangan KPK. Bahkan, Pak Syamsul pun tidak meminta pengacara untuk mendampinginya, kecuali KPK sendiri yang mencarikannya,” jelas Akbar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: