Gubsu: Jangan Bela Saya dengan Cara Ekstrem

Jakarta, Mandiri

Gubsu H Syamsul Arifin SE berpesan kepada masyarakat, terutama pendukung dan simpatisannya agar tidak melakukan gerakan ekstrem apalagi termakan provokasi dalam menyikapi penahanan dirinya oleh KPK di Rutan Salemba Jakarta, karena hal itu dapat merugikan dirinya secara politis maupun hukum sebab dirinya akan dianggap sebagai dalangnya.

“Saya mengimbau semua pihak agar tetap mempertahankan kondusivitas Sumut tetap aman dan tertib. Jangan munculkan gerakan kekecewaan secara ekstrem. Kalau ada pihak yang mungkin memanfaatkan momentum ini untuk ‘menghantam’ saya terus, silakan saja. Namun yang ingin membela saya dengan membuat gerakan ekstrem, saya minta jangan lakukan, karena itu akan merugikan saya sebab saya akan dituduh menadi dalangnya,” tegas Gubsu saat ditanya wartawan di Rutan Salemba Jakarta, Minggu (24/10) siang.

Sejumlah pejabat Pemprovsu tampak hadir menjenguk Gubsu saat itu, diantaranya Kadis Pendidikan Sumut Drs H Syaiful Syafri MM, Kadis Kominfo Drs H Eddy Syofian MAP yang juga Pj Walikota Tebingtinggi, Kepala Biro Keuangan Setdaprovsu Drs H Syafi’i MM, Kepala Kantor Perwakilan Pemprovsu di Jakarta Drs H Junjung Lubis serta sejumlah tokoh masyarakat termasuk Al Ustadz Anton Medan.

Sehari sebelumnya para penjenguk juga cukup banyak, di antaranya Wagubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST, Sekdaprovsu DR RE Nainggolan serta sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua Umum DPP Golkar Ir H Aburizal Bakrie, Ir H Akbar Tanjung dan Ketua Umum DPP PPP H Suryadharma Ali yang juga Menteri Agama RI.

Lebih lanjut Gubsu berpesan kepada seluruh aparatur di Sumut agar tetap menjalankan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) secara baik sesuai prosedur maupun mekanisme peraturan berlaku. Jangan terjadi kelesuan pemerintahan, pembangunan maupun pembinaan masyarakat karena dirinya dengan segenap kemampuan terus mencurahkan perhatian dan kemampuannya mengendalikan kepemimpinan Sumut meski dirinya berada di Jakarta sepanjang kewenangan untuk itu masih ada pada dirinya.

“Saya merasa tidak akan ada kendala, mengingat sistem tetap berjalan baik. Lagipula, saat ini sistem surat elektronik bisa dipakai dan ada perwakilan Pemprovsu yang berfungsi aktif di Jakarta serta teknologi komunikasi dan transportasi Medan dan Jakarta dewasa ini dapat diakses dengan mudah misalnya jadwal penerbangan cukup banyak sehingga bisa pulang hari,” ujarnya.

Mengenai mekanisme administrasi dan surat menyurat, menurut Gubsu diharapkan akan berjalan baik. “Lagipula kebiasaan saya selama ini selalu mempelajari dan membaca surat-surat pada malam hari sehingga saat di kantor dapat digunakan untuk menerima tamu atau urusan masyarakat. Oleh sebab itu, di sini (Jakarta – red) saya punya banyak waktu menelaah dan mengerjakan surat menyurat pada malam hari,” ujarnya.

Untuk soliditas dan efektivitas birokrasi, Gubsu berpesan agar seluruh jajaran aparatur meningkatkan disiplin dan tetap pada tugas pokok dan loyalitas. “Oleh sebab itu, kalau memang aparatur atau pejabat memang setia dan sayang kepada kepemimpinan saya, kinilah saatnya membuktikan diri dengan melaksanakan tugas secara baik agar birokrasi tidak lesu. Kalau pun tidak datang menjenguk saya tidak apa-apa dan tidak saya anggap negatif sepanjang mereka melaksanakan tupoksi secara baik. Saya akan terus monitor siapa yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Mengharapkan Keadilan

Lebih lanjut Gubsu yang saat itu kondisi kesehatannya tampak cukup baik dan berdasarkan pemeriksaan dokter tekanan darahnya 130/70 tersebut mengemukakan dirinya saat ini sebagai warga Rutan Salemba tetap beradaptasi dan mematuhi peraturan yang berlaku di rutan tersebut.

Ditanya tentang penahanan dirinya, Gubsu yang datang sendirian memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka dalam permasalahan APBD Langkat saat beliau menjabat bupati setempat pada Jumat (22/10) tanpa membawa pengacara tersebut pada hakikatnya mengemukakan hal ini merupakan konsekuensi seorang pemimpin.

“Penahanan ini disebutkan untuk memudahkan pemeriksaan. Jadi saya ikuti saja, apalagi dalam BAP disebutkan demi keadilan. Artinya, sebagai lembaga hukum, ini adalah demi keadilan. Mudah-mudahan dengan ini saya mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Ditanya lagi apakah proses pemeriksaan hingga penahanan ini dianggap Gubsu sudah memenuhi keadilan, beliau mengemukakan, “Saya sangat menghormati hukum. Oleh sebab itu, soal keadilan biarlah pengadilan nanti yang mengadili. Saya tidak mau mengomentari proses hukum yang sedang berjalan karena ini semua masih dalam proses hukum. Jadi saya jalani saja,” ujarnya.

Gubsu mengemukakan seorang pemimpin harus siap menerima resiko. “Saya sering bilang, sebagai pemimpin ada resiko. Ayah saya bilang, kalau mau bermain politik ada resikonya dan salah satunya adalah penjara. Saya yang hari ini pejabat tertinggi di Sumut selaku gubernur sedang menghadapinya. Jadi saya tidak pernah menyesalkan siapa pun atau menyalahkan siapa pun, karena saya yakin keadilan itu pasti akan datang, walau mungkin terkadang tertunda,” ujarnya.

Kendatipun pada saat datang memenuhi panggilan tidak membawa pengacara, namun ketika ditanya lebih lanjut adakah proses hukum yang akan dilakukan, Gubsu mengemukakan ada antara lain selaku Ketua DPD Golkar Sumut maka DPP Partai Golkar sudah mempersiapkan advokasi bagi dirinya di bawah pimpinan Muladi SH. “Saya bersyukur atas ini dan selain itu kepada saya juga sudah disiapkan pengacara dari negara. Alhamdulillah,” ujarnya.

Secara berulang Gubsu mengemukakan menerima hal ini apa adanya. “Semua ini adalah takdir. Nabi Nuh AS saja pun pernah dicoba oleh Allah SWT. Selaku seorang Nabi, Nabi Nuh pernah bermohon kepada Tuhan agar anak dan isterinya beriman kepada Allah. Namun Allah tidak mengabulkannya. Ini bukan berarti Nabi Nuh gagal berdoa. Sama sekali tidak. Saat itu Nabi Nuh sedang dicoba imannya. Apa yang dia mau tidak dia dapat. Oleh sebab itu, bagi saya, hal ini hadapi saja dan biarkan berjalan. Ini adalah takdir. Jadi saya harus bertanggung jawab. Saya tidak bilan salah ini atau salah itu. Karena ada bahasa hati yang tidak bisa dibohongi,” ujarnya.
Tentang sikap keluarga menghadapi ini terutama ibundanya atau yang diapnggilnya emak, Gubsu mengemukakan mereka mudah-mudahan siap.

“Ibu saya kelihatannya siap. Ibu hanya berpesan kepada saya, ‘kau harus kuat, kau selaku pemimpin’,” ujar Gubsu. Mengenai berbagai sikap di masyarakat menghadapi permasalahan ini, Gubsu mengemukakan terima kasih atas banyak simpatisan terhadap dirinya. Hanya saja dia berkomentar, “Kalau ada yang ‘bersorak’ terhadap cobaan yang sedang saya hadapi, saya tidak mengerti ‘aliran’ apa yang mengajarkan untuk bersyukur kalau ada orang yang sedang menghadapi kesulitan”.

Sementara itu Ustadz Anton Medan usai menjenguk Gubsu juga mengemukakan yang dihadapi Gubsu ini merupakan konsekuensi seorang pemimpin. Dia yang sudah cukup lama mengenal Syamsul mengemukakan kepribadian Syamsul cukup baik dan sangat memasyarakat. “Saya berharap beliau tabah menghadapi cobaan ini. Tidak semua orang yang dipenjara itu adalah jahat,” ujarnya. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: