Tunggakan PBB PTPN II ke Pemkab Deliserdang Rp 44 Miliar

LUBUKPAKAM, MANDIRI

Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PTPN II sejak tahun 2005 hingga 2009 ke Pemkab Deliserdang mencapai Rp 44 miliar lebih. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Deli Serdang Parlaungan Lubis.

Pemkab Deliserdang sudah berulang kali melayangkan surat kepada Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu untuk meminta agar segera membayar tunggakan PBB-nya. Bahkan surat juga sudah dilayangkan ke Kanwil Dirjen Pajak I Sumut untuk melakukan penagihan, kata Kadis PKD kepada wartawan, Senin (12/4).

Parlaungan Lubis mengakui bahwa setiap tahunnya memang pihak PTPN II mencicil tunggakan PBB tersebut, namun nilainya tidak sebagaimana yang diharapkan, sehingga target pemasukan PBB dari sektor perkebunan tidak pernah tercapai.

Menurut data diperoleh, tunggakan PBB PTPN II pada tahun 2005 sebesar Rp 7.504.472.608, yang dibayar hanya sebesar Rp 248 juta. Tahun 2006 naik menjadi Rp 12.900.061.989 dan yang dibayar hanya sebesar Rp 333 juta.

Kemudian pada tahun 2007 turun menjadi Rp 10.079.469.604, dibayar sebesar Rp 1,6 miliar. Tahun 2008 sebesar Rp 10.103.221.756, dibayar sebesar Rp 4,4 miliar. Tahun 2009 naik lagi menjadi Rp 10.696.300.850 dan yang dibayar hanya Rp 569 juta.

Berdasarkan data tersebut, jumlah tunggakan PBB PTPN II dari tahun 2005 hingga tahun 2009 mencapai Rp 44 miliar. Hal inilah yang mengakibatkan realisasi PBB dari sektor perkebunan setiap tahunnya tidak pernah mencapai target, katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Parluangan Lubis menjelaskan, realisasi penerimaan PBB pedesaan/perkotaan dan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (PBHTB) dapat mencapai bahkan melebih target yang sudah ditetapkan.

Pada tahun 2009 target PBB pedesaan sebesar Rp 4.331.448.000, dapat terealisasi sebesar Rp 4.820.035.000, (111 %). Sedangkan PBB perkotaan dari target Rp 33.239.600.000, dapat terealisasi sebesar Rp 37.642.609.000 atau 113 %, dan penerimaan pajak Pertambangan dari target Rp 39.931.635.000, terealisasi sebesar Rp 39.932.194.000 atau 101 %. Sementara dari PBHTB yang ditargetkan sebesar Rp 41.756.120.000, terealisasi Rp 46.422.716.000 atau 111 %.

Pembangkang Pajak

Menanggapi tunggakan PBB PTPN II yang cukup besar itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Deli Serdang Rahmadsyah SH menilai bahwa PTPN II sudah bisa masuk dalam kategori pembangkang pajak.

Menurutnya, berdasarkan UU No 12/1994 atas perubahan UU No 12/1985 tetang pajak bumi dan bangunan seluruh wajib pajak (WP) sesuai pasal 10 ayat (3) dan ayat (4) disebutkan bahwa pajak terhutang harus dilunasi selambat-lambatnya satu bulan sejak diterimanya surat ketetapan pajak terhutang. Jika sudah jatuh tempo maka dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan, termasuk sanksi pidana bagi yang tidak menaati peratutan tersebut.

Rahmadsyah mengaku sangat terkejut mengetahui jumlah tunggakan PBB PTPN II sebesar Rp 44 miliar. Hal ini tidak bisa didiamkan, katanya seraya meminta Kanwil Dirjen Pajak I Sumut agar benar-benar tegas, karena hal ini menyangkut keuangan negara. “Bila perlu dilakukan sita asset untuk melunasi tunggakan pajak tersebut, sehingga dugaan telah terjadi kongkalikong antara Dirjen Pajak I Sumut dengan PTPN II bisa terbantahkan,” tegasnya.

Rahmadsyah menambahkan, jika PTPN II memang dinilai tidak lagi sanggup membayar tunggakan pajak tersebut, maka pihak terkait harus melakukan langkah-langkah hukum sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Penerapan peraturan jangan seperti belah bambu, artinya jika ada wajib pajak perseorang yang tidak membayar kewajibannya langsung ditekan, tapi kalau ada perusahaan yang tunggakan pajaknya cukup besar kok malah dibiarkan, ini kan tidak adil, kata Rahmadsyah seraya berjanji tidak akan tinggal diam dalam masalah tunggakan pajak PTPN II ini. [smt]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: