SAPA Ancam Pidanakan KPU Humbahas

MEDAN, MANDIRI

Tim Pemenangan Calon Bupati Saut Parlindungan Simamora dan Parlaungan Lumbantoruan (SAPA) akan menempuh upaya hukum dan mempidanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbang Hasundutan (Humbahas), karena menghilangkan kesempatan pasangan tersebut untuk mengikuti Pemilukada Humbahas.

“Kami merasa keberatan atas keberpihakan KPU Humbahas dan mengenyampingkan netralitas dengan membuat suatu aturan yang tidak ada dasar hukumnya,” tutur H Simamora dan Irwan dari divisi advokasi tim pemenangan Saut-Parlaungan, Ahad (11/4).

Keduanya memberikan keterangan kepada wartawan usai penutupan Rakor Pemilukada PAN di Hotel Emerald Garden Medan. Wawancara itu disaksikan langsung Calon Bupati Saut Parlindungan Simamora.

Menurut H Simamora, penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Humbahas Periode 2010-2015 yang dilakukan KPU Humbahas adalah cacat hukum, karena tidak mengikutsertakan pasangan Saut Parlindungan Simamora dan Parlaungan Lumbantoruan.

KPU Humbahas beralasan bahwa penolakan terhadap SAPA dikarenakan adanya konflik internal PPRN Humbahas, dimana PPRN mengajukan dua calon. Padahal, menurut H Simamora, DPD PPRN hanya mengajukan satu pasangan calon, karena DPD PPRN yang lama telah di non aktifkan melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Nomor : 123/A.1/DPP-PPRN/SK-DPD/III/2010, dan dibuktikan dengan Berita Acara Nomor: 272/BA/KPU-HH/III/2010 tentang verifikasi faktual kepengurusan DPD PPRN Kabupaten Humbahas yang sah.

Hal lainnya, KPU juga mempersoalkan keabsahan Sekjen DPP PPRN dari HVTA Simanjuntak kepada Maluddin Sitorus. Padahal, secara internal, PPRN telah secara sah mengangkat Maluddin Sitorus karena HVTA. Simanjuntak mengundurkan diri mengingat usianya yang sudah lanjut (83 tahun) dan domisilinya yang berada di Bandung.

Penunjukkan Maluddin Sitorus dilakukan karena HVTA Simanjuntak mengundurkan diri pada tanggal 9 Januari 2010, yang diperkuat akte notaries notaris No 01 tanggal 9 Januari 2010. Berdasarkan hasil rapat pleno pada 19 Januari 2010, ditunjuklah Maluddin Sitorus (Wakil Ketua I) sebagai penggantinya. Bahkan pergantian itu sudah dilaporkan ke Departemen Hukum dan HAM pada 8 Februari 2010.

Diduga Terima Suap

Tim Sukses SAPA mensinyalir dan menduga kuat ada indikasi suap yang dilakukan Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution, karena terlalu jauh mencampuri internal partai PPRN.

“Sebelumnya KPU Humbahas mengaku mengambil keputusan untuk mencoret Saut Parlindungan Simamora dan Parlaungan Lumbantoruan karena mendapat perintah dari KPU Sumut,” ujar H Simamora.

Terkait persoalan itu, Divisi Advokasi Tim Pemenangan SAPA telah mengirim surat keberatan kepada KPU Humbahas. “Kami juga mendesak agar tahapan Pemilukada Humbahas dihentikan dan dievaluasi,” ujarnya.

Pihaknya juga, menurut Simamora, akan memproses secara hukum dan mempidanakan KPU Humbahas dan melakukan upaya hokum untuk mengembalikan hak pasangan calon tersebut, dengan membuat pengaduan ke PTUN dan Mahkamah Konstitusi (MK). “Kita sesalkan sikap KPU yang berdampak pada suasana kondusif di Humbahas,” ujar H Simamora. [ysc]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: