Panwaslukada Tapsel Jangan Banci

TAPSEL, MANDIRI
Keberadaan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kabupaten Tapanuli Selatan tampaknya tidak sanggup untuk menertibkan pelanggaran Pemilukada yang dilakukan pasangan calon dan atau tim pemenangan/kampanye atas pemasangan alat peraga dan penyebaran bahan kampanye kepada masyarakat umum serta pelaksanaan debat kandidat sebelum masa kampanye.
“Panwaslukada Tapsel terkesan ibarat suami yang takut istri, yang tidak bernyali bertindak walau pelanggaran pemilukada terlihat di depan mata,” ujar pengamat Pemilukada Tapsel SM Ritonga kepada wartawan di Padangsidimpuan, Ahad (11/4).
Sejumlah fakta sudah terungkap di media massa adanya pelanggaran Pemilukada yang dilakukan oleh semua pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Tapsel yang takaran pelanggarannya berbeda-beda.
Pelanggaran Pemilukada Tapsel terbanyak didominasi pasangan dengan Nomor Urut 3 Andar Amin Harahap SSTP MSi -Dr Badjora M Siregar DSB (ADAB), pasangan Nomor urut 4 Syahrul M Pasaribu-Aldinz Raplolo (SARASI) dan pasangan Nomor Urut 5 Ongku P Hasibuan-H Affan Siregar SE (HORAS) berupa pemasangan alat peraga/bahan kampanye (baliho, spanduk, stiker, dll) sebelum masa kampanye dan indikasi keterlibatan oknum PNS serta penggunaan fasilitas pemerintah/umum.
Ia mengatakan, pemasangan baliho, spanduk, stiker, dan sejenis lainnya merupakan bentuk pelaksanaan kampanye sesuai ketentuan Pasal 76  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang terakhir diubah dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 2008, Pasal 56 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008, Pasal 16 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 69 Tahun 2009.
Jadwal kampanye sesuai Pasal 75 ayat (9) UU Nomor 12 Tahun 2008, Pasal 55 PP Nomor 49 Tahun 2008, Pasal 30 dan Pasal 31 Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009, adalah ditetapkan oleh KPU sesuai tingkatannya selama 14 hari yang dimulai dengan pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan tentang penyampaian visi dan misi Calon Bupati-Wakil Bupati.
Sesuai Peraturan KPU Kabupaten Tapanuli Selatan tentang Jadwal dan Tahapan Pemilukada Tapsel diterakan bahwa hari pertama pelaksanaan kampanye Pemilukada Kabupaten Tapanuli Selatan adalah tanggal 25 April 2010 dan Pasal  52 ayat (1) huruf (a) Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009 dengan jelas menyebutkan pasangan calon dan tim kampanye dilarang melakukan kegiatan kampanye sebelum tanggal dimulainya masa kampanye.
Dari hal tersebut pemasangan alat peraga/bahan kampanye kontestan Pemilukada yang sudah menjamur di Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan pelanggaran terhadap Pasal 116 ayat (1) UU Nomor 32 Tahun 2004 yang menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU untuk masing-masing pasangan calon diancam dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000 atau paling banyak Rp 1.000.000. “Pidananya jelas, karena itu Panwas harus bertindak tegas, jangan banci,” pungkas Ritonga.
Konfirmasi perihal tersebut kepada Plt Ketua Panwaslukada Tapsel Bermawi Siregar SH melalui telepon tidak berhasil. SMS yang dikirimkan wartawan, juga tidak memperoleh jawaban. [rsl]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: