KPU Humbahas Tak Loloskan SAPA

HUMBAHAS, MANDIRI
Komisi Pemilihan Umum (KUP) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (8/4) sekitar pukul 24.00 WIB menetapkan tiga pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Humbahas Periode 2010-2015.
Ketiga pasangan tersebut adalah Maddin Sihombing-Marganti Manullang, Maju Siregar-Tomson Sihite, dan Esra Sinaga-Hardis Simanullang.
Pasangan Balon Bupati-Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora dan Parlaungan Lumbantoruan MSi (SAPA) sesuai dengan surat KPU No 350/KPU-HH/IV/2010 tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi syarat.
Kecewa SAPA tidak lolos, para pendukung melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor KPU, Jumat (9/4). Aksi unjuk rasa ratusan pendukung mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
Anggota KPU Humbahas Arnold Sinaga yang dihubungi Mandiri via telepon, menjelaskan sesuai hasil rapat pleno KPU, dari empat pasangan Balon Bupati Humbahas, satu pasangan tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi jumlah partai politik pendukung.
Arnold menambahkan, KPU Humbahas tidak meloloskan SAPA mempedomani surat Direktorat Jenderal Administarsi Hukum dan Umum Departemen Hukum dan HAM RI No AHU.AH.11.01-01 tanggal 4 Januari 2010, perihal data partai politik peserta pemilu pengurus tingkat pusat. PPRN terdaftar atas nama Amelia A yani sebagai Ketua Umum dan HVTA Simadjuntak sebagai Sekretaris Jenderal.
Kemudian surat Direktorat Jenderal Administrasi Hukum dan Umum Kementerian Hukum dan HAM RI No AHU 4 AH.11.01-03 tanggal 7 April 2010 perihal pengurusan Dewan Pimpinan Pusat PPRN, pada poin dua dijelaskan bahwa tanggal 1 April 2010 Kementerian Hukum dan HAM telah menerima surat dari HVTA Simadjuntak perihal pengunduran diri HVTA Simadjuntak sebagai Sekretaris Jenderal DPP PPRN dan tidak ada penjelasan tentang keabsahan dari Drs Maludin Sitorus MM MBA sebagai PJs Sekjen DPP PPRN.
“Maka dengan itu pasangan Balon Bupati-Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora dan Ir Parlaungan Lumbantoruan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk ditetapkan menjadi Calon Bupati-Wakil Bupati Humbahas,” ujar Arnold.
Gila Samosir, salah seorang pendukung SAPA, dengan tegas dihadapan massa pendukung mengatakan, ia juga pendukung SAPA. Tapi kalau untuk unjuk rasa anarkis, ia tidak mau dan tidak terima. Tetapi kalau ada kejanggalan dalam verifikasi KPU, ia siap memberikan bantuan dana kepada pendukung SAPA untuk berjuang sampai ke KPU Pusat.
“Sebab apabila tindakan anarkis yang dilakukan, yang rugi siapa dan yang dipenjarakan siapa. Kita harus berpikir panjang, apa dampaknya harus kita pikirkan dulu apabila kita bertindak anarkis, dan tidak ada artinya melakukan tindakan anarkis,” ujar Samosir pengusaha sukses putra Humbahas.
Pantauan Mandiri di Kantor KPU Humbahas, ratusan massa pendukung SAPA melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk ketidakpuasan mereka atas tidak diloloskannya SAPA menjadi Calon Bupati-Wakil Bupati Humbahas.
Salah seorang orator mengatakan, mereka tidak terima hasil pengumuman KPU, sebab pengumuman tersebut diduga direkayasa oknum tertentu. Keputusan KPU juga dinilai cacat hukum.
Salah seorang pengunjuk rasa, J Manullang, juga tidak sependapat aksi unjuk rasa anarkis. Apabila ada kejanggalan dalam keputusan KPU tentang penetapan Calon Bupati-Wakil Bupati Humbahas, sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum, karena masih ada atasan KPU Humbahas, yakni KPU Pusat dan KPU Provinsi. Apabila juga tidak ada tanggapan dari atasan KPU tersebut, masih ada Mahkamah Konstitusi (MK). “Unjuk rasa ini akan terus saya ikuti asalkan tidak ada tindakan anarkis,” ujarnya. [frh]

4 Komentar to “KPU Humbahas Tak Loloskan SAPA”

  1. Ini hanya sekedar permainan POLITIK,dalam berpolitik harus dapat melakukan apa yg dilakukan di dalam HUTAN, yg kuat dialah RAJA.Walau demikian saya sangat bangga terhadap masyarakat HUMBAHAS mendapatkan pukulan yg keras dapat di terima dengan lapang dada.SALAM DAMAI BUAT MASYARAKAT HUMBAHAS “horas”

  2. KAMI DARI MASYARAKAT HUMBAHAS. KAMI MOHON KEPADA KPU HUMBAHAS SUPAYA ADIL……….

  3. kita adalah warga indonesia yang bersifat demokrasi dan kita harus mempergunakan itu sebaik mungkin dengan cara tidak anarkis

  4. “Sala mandasor sega luhutan” pepatah batak ini sangatlah tepat untuk mengomentari case ini, soalnya anggota KPU Humbahas sendiri sudah sarat dengan masalah (4 dari 5 anggota) nya , justru harus di awasi anggota KPU ini untuk proses selanjutnya sampai pemilihan bupati, bakal menerkam bak Harimau kelaparan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: