Masyarakat Eropa Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

MEDAN, MANDIRI

Selintas masyarakat di Indonesia khususnya Sumut menilai bahwa kehidupan keagamaan di Italia hanya nuansa religi Katholik karena memang mayoritas penduduknya beragama Katholik dan pusat Agama Katholik berada di Vatikan di mana Paus sebagai Pemimpin Agama Katholik yang juga Kepala Negara Vatikan berada di Roma Italia.

Namun ternyata di Roma selain Agama Katholik juga berkembang Agama lainnya seperti Islam, Protestan dan Jahudi.

Dalam kunjungan muhibah Tokoh lintas Agama Sumut ke Kota Vatikan pekan ini, sebagaimana dilaporkan Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian yang turut dalam rombongan melalui surat elektronik, Kamis (8/4), mereka saat itu memang tidak bisa masuk ke dalam gereja St Petrus karena sedang persiapan acara Paskah di mana Paus akan memimpin perayaan Paskah tersebut yang akan dihadiri ribuan umat Katholik dari seluruh dunia.

Meski demikian rombongan tetap bisa melihat kebesaran peninggalan kejayaan gereja Katholik dari abad pertengahan bahkan bisa bertemu dan berdialog dengan Pastor Albert Hermanto O Carm dari Indonesia yang sedang bertugas di Roma.

Vatikan adalah tempat tinggal Paus yang luas arealnya 0,48 ha berada di kota Roma dan dengan luas itulah menjadi luas negara Vatikan dan merupakan negara paling kecil di dunia.

Kehidupan penduduk di areal Vatikan 800 jiwa para pastor, suster, aparat keamanan dan awam lainnya.

Dari beberapa pembicaraan terungkap kalangan masyarakat Eropa terutama para pemimpin agama yang sering melakukan dialog di Roma kagum dan takjub melihat Indonesia sebagai negara yang penduduknya besar, plural dari sisi agama dan etnik, namun bisa hidup berdampingan secara damai tanpa mengusik kehidupan keagamaan satu sama lain.

Oleh kerena itu para pemimpin agama di Eropa ingin belajar dari kearifan yang dibangun masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menjaga harmonisasi. Kesimpulan ini terungkap dari dialog dengan beberapa Pastor yang ditemui di Kota Vatikan antara lain dengan Pastor Albert Hermanto.

Menurutnya pemimpin agama di Eropa maupun dunia lainnya dalam dialog yang sering dilakukan di Vatikan menilai Indonesia contoh yang layak untuk ditiru oleh bangsa lain dalam membangun semangan toleransi dan kerukunan. Bagi masyarakat Eropa toleransi, hidup bersama, saling pengertian dan semangat cinta kasih sudah menjadi kebutuhan bersama.

Ditanya tentang perkembangan agama lain di Eropa apakah tidak menjadi masalah bagi agama Katholik, Vatikan menilai masing masing agama silahkan karena sesungguhnya semua agama mengajarkan kebaikan membagi sumbangan apa yang diberikan untuk kedamaian manusia.

Saat ini semua pemimpin agama yang lebih dari 6 agama di Roma saling mencari formulasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat dalam mencari persamaan-persamaan yang intinya membawa toleransi, hidup bersama dan saling pengertian, sehingga dialog-dialog tentang keagamaan mulai intens dilakukan oleh Vatikan

Rombongan selanjutnya meneruskan perjalanan ke Jordania. Di kota Amman rombongan diterima Dubes RI untuk Kerajaan Jordania, Palestina dan Irak Zainulbahar Noor di kediaman resmi Dubes tanggal 5 April 2010. Selama berada di Jordan rencana akan mengunjungi Jurusalem, Bethelem, Mesjis Al Aqsa dan akan bertemu dengan Menteri Wakaf Kerajaan Jordania. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: