Remaja Masuk Islam di Perancis Cukup Tinggi

MEDAN, MANDIRI
Perkembangan generasi muda di Perancis khususnya di Kota Paris masuk agama Islam cukup tinggi terutama usia remaja 15-20 tahun karena umumnya mereka ingin mencari identitas dan nilai Islam yang meneladani akhlak dan budi pekerti.
Pernyataan ini disampaikan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Perancis Zulkifli Zanti Arbi kepada rombongan Pemuka Agama Sumut saat bertemu di Masjid Al Jamik Kota Paris, akhir pekan lalu sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP yang turut mendampingi tim ini melalui email, Rabu (7/4).
“Perkembangan Islam cukup pesat dan daklwah tidak ada hambatan bahkan kekuatan Islam akan semakin pesat 10 tahun ke depan di Eropa,” ungkap mahasiswa S2 bidang urbanisasi yang sudah 2 tahun kuliah di Perancis tersebut.
Hal yang sama juga diperkuat oleh pemandu rombongan berkebangsaan Perancis Miss Isabella. “Ummat Islam di Perancis ada 10 persen dan menjadi agama kedua terbesar setelah Jahudi,” ujar Issabella yang sangat fasih berbahasa Indonesia.
Menurut warga Perancis yang Sholat Ashar berjamaah bersama rombongan Pemuka Agama Sumut di Perancis saat ini telah berdiri Pusat Dakwah Islam Eropa di Masjid Ar Rahmah sebuah masjid terbesar pertama yang sedang dalam pembangunan setelah Masjid Jamik yang merupakan masjid tertua di Perancis yang dibangun tahun 1922 dengan arsitek mozaik dari Maroko.
Menurut Zulkifli Zanti, remaja Perancis baik warga asli maupun keturunan Timteng maupun Afrika masuk Islam karena akhlak umat Islam di Perancis menjadi teladan sehingga remaja di sana atas kesadarannya masuk Islam. Apalagi pemerintah di Perancis tidak melarang warganya untuk memeluk atau tidak menganut agama sehingga dalam menjalankan dakwah tidak mengalami hambatan.
“Masyarakat di Eropa menilai 10 tahun ke depan Islam akan berkembang pesat bahkan bisa menjadi kekuatan di Eropa,” ujar beberapa warga yang ditanyakan baik di Belanda maupun di Paris.
Informasi yang diperoleh mereka yang masuk Islam bukan karena sudah memeluk agama sebelumnya justru lebih banyak dari anak-anak dari kalangan yang tergolong sebagai konsekuensi dari pencarian identitas.
Sementara itu Ketua Umum MUI Provinsi Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA maupun Ketua MUI Kota Medan Prof DR HM Hatta berpendapat melihat perkembangan yang terjadi dalam kehidupan keagamaan di Eropa menunjukkan bahwa ada masa di kalangan generasi muda terutama usia 15 -18 tahun mencari identitas dan saat mereka mencari satu ketenangan dan kehidupan yang baik, muncul perkembangan Islam yang membawa akhlak tanpa mengabaikan rasionalitas, akhirnya mereka memilih Islam.
Melihat kondisi ini, lanjutnya kita di Indonesia khususnya semua Tokoh Agama harus terus memperkokoh umatnya agar tetap menjalani agamanya masing-masing sehingga mereka terutama generasi muda tidak mencari idola-idola yang bersifat pengkultusan yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” ujar Hatta.
Selain pencarian identitas terhadap Islam muncul di Perancis hal yang sama juga terjadi pada agama lain khusunya Hindu dan Buddha sebagai akibat dari perkembangan ekonomi Perancis sehingga banyak pedagang dari India dan China memasuki daerah ini. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: