KPU Medan Akui Salah Jumlah Pemilih Yang Dicoret

MEDAN, MANDIRI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mengakui terjadi kesalahan dalam menjumlah pemilih yang dicoret dari Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dan Daftar Pemilih Sementara (DPS), sehingga ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada Medan 2010 yang dilaksanakan pada 3 April lalu. Dimana dari penghitungan ulang yang dilakukan KPU Medan ada selisi 10.501 pemilih yang dicoret.

Karena pada acara penetapan DPT Pemilukada Medan yang dilaksanakan pada 3 April lalu, KPU Medan menyatakan bahwa dari 2.075.219 pemilih yang terdata di DP4 yang diserahkan Pemko Medan setelah diverifikasi maka ada pencoretan sebanyak 124.565 pemilih yaitu terdiri dari 33.003 orang meninggal, 13,477 pemilih ganda, 74.712 pindah memilih, 228 orang yang kurang umur, 1.962 TNI/Polri, 38 orang gangguan jiwa, 1.002 pemilih luar wilayah, dan 143 pensiunan TNI/Polri.

Namun jika dari jumlah DP4 sebanyak 2.075.219 pemilih dikurangkan total pemilih yang dicoret 124.565 orang dan ditambah 39.534 pemilih tambahan, jumlahnya tidak singkron dengan total DPT yang ditetapkan sebanyak 1.961.155 pemilih.

Sedangkan setelah dilakukan penghitungan ulang, jumlah pemilih yang dicoret menjadi 114.064 pemilih, terdiri dari 36.523 pemilih telah meninggal, 16.461 pemilih ganda, 96.766 pindah memilih, 444 orang yang kurang umur, 1.451 TNI/Polri, 4.752 orang gangguan jiwa, dan 156.485 pemilih luar wilayah. Sedangkan pensiunan TNI/Polri masuk sebagai pemilih tambahan sebanyak 42.421. Dari data penghitungan KPU Medan terbaru ini, baru ada kesingkronan antara DP4 dan DPT.

“Setelah kami cek ulang, ternyata ada selisih 10.501 pemilih dari jumlah pemilih yang dicoret pada saat penetapan, dengan total pemilih yang dicoret berdasarkan penghitungan ulang kembali,” ujar Ketua Pokja Kampanye KPU Medan Pandapotan Tamba kepada wartawan di Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Medan, Selasa (6/4).

Menurut Pandapotan, penyebab terjadinya kesalahan penjumlahan pemilih yang dicoret tersebut karena adanya kesalahan rekapitulasi di tingkat KPU Medan dan PPK. Karena data DPT baru diterima KPU Medan pada 3 April pagi, bahkan ada yang menyerahkan sekitar pukul 12.00 WIB. Padahal pada pukul 14.00 WIB DPT tersebut telah harus ditetapkan dan diserahkan ke tim pemenangan pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Medan.

Sedangkan data mentah DPT yang diberikan PPK, ada beberapa diantaranya belum valid, dan data itu yang langsung ditabulasikan dan disampaikan KPU Medan pada saat penetapan. “Padahal kan harus ada tabulasi lagi. Jadi kami akui adanya ketidak akuratan data yang kami sahkan,” ujarnya.

Namun walaupun ada perbedaan jumlah pemilih yang dicoret tersebut, ujar Pandapotan, tidak akan merubah jumlah DPT yang telah ditetapkan. Karena pada dasarnya jumlah pemilih yang dicoret ini diluar tahapan penetapan DPT. “DPT sudah valid, kami cuma ingin membuka adanya pergesaran proses verifikasi pemilih saja. Jadi perbaikan ini tidak menganggu DPT,” katanya.

Terkait masalah ini, KPU Medan selanjutnya akan menyurati Panwaslukada Medan dan seluruh tim pemenangan pasangan calon. Sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat sama-sama memahami pergesaran dari DP4, DPS ke DPT.

“Jadi perbedaannya cuma ada persoalan eror terhadap percatatan pergerakan saja, jadi bukan ada persoalan baru pada DPT,” katanya. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: