Dana Pemekaran Madina Rp 2 M Diduga Dikorupsi

MEDAN, MANDIRI

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) berunjuk rasa di Kantor Kejatisu, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (6/4). Dalam aksinya Kejatisu didesak mengusut tuntas dugaan korupsi dana pemekaran Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebesar Rp 2 miliar pada Tahun Anggaran 2009.

Dalam pernyataan sikap AMPR yang ditandatangani Koordinator Aksi Halomoan Harahap dan Pimpinan Aksi Hajrul Aswat Sir, meminta Kejatisu untuk menangkap Ketua Pemekaran Madina G Pulungan. Soalnya PG diduga telah mengkorupsi dana pemekaran Madina.

“Pemekaran Madina hanya mensejahterakan Pj Sekda Madina G Pulungan sebagai Ketua Panitia Pemekaran Madina,” teriak pendemo.

Halomoan dalam orasinya menyatakan anggaran tahun 2009 jelas disebutkan bahwa dana panitia untuk pemekaran Madina telah dikucurkan sebesar Rp 2 M. Namun disinyalir banyak dana siluman yang disengaja diciptakan oleh panitia. Antara lain biaya pembahasan di DPRD Provinsi, biaya pembahasan di DPR/Depdagri, biaya panitia pembentukan pemekaran, dan biaya mobilisasi massa.

Dalam aksi damai itu, AMPR juga mendesak Kejatisu untuk mengaudit dana mobilisasi massa pemekaran Madina yang diduga difiktifkan. Minta Kajatisu segera turun dari jabatannya jika tidak sanggup menuntaskan kasus dugaan korupsi pemekaran Madina.

Utusan pengunjuk rasa diterima Kasubdin Intel Kejatisu Andre Simbolon SH. Andre mengemukakan bahwa pihaknya akan menyikapi temuan masyarakat terutama hasil dana mobilisasi maassa pemekaran Madina yang diduga difiktifkan. [ali]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: