DPW dan DPD Tolak Djumongkas Hutagaol Pimpin PPRN Sumut

MEDAN, MANDIRI
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Sumut dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se Sumatera Utara membuat kesepakatan menolak keras pengangkatan Djumongkas Hutagaol menjadi Ketua DPW Partai berlambang penjuru mata angin Sumut.
Pasalnya, pengangkatan Djumongkas yang dilakukan Ketua Umum DPP PPRN Amelia A Yani di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau Medan beberapa hari lalu dinilai telah melanggar Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai.
“Ketua DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Amelia A Yani dinilai tidak sah melantik Djumongkas Hutagaol sebagai Ketua defenitif DPW PPRN Sumut. Pasalnya, pelantikan tersebut tanpa mekanisme partai,” tegas Ketua DPW PPRN Sumut P Nurdin Manurung didampingi Sekretarisnya Nitema Gula, Wakil Sekteraris Hamdani SE, Bendahara Herman Surya dan pada saat melakukan konsolidasi dengan beberapa DPD yang ada di Sumatera Utara, Sabtu (3/4) di Hotel Menara Lexus Medan.
Kata Nurdin, jika memang ada permasalahan di dalam partai, Amelia sebagai pemimpin seharusnya memanggil pengurus partai dan melakukan musyawarah tentang permasalahan yang ada untuk mencari solusinya, dan bukan langsung menonaktifkannya. “Artinya, Amelia memimpin PPRN jadi lawak-lawak. Kalau sudah demikian, kan ditertawai banyak orang,” katanya.
Dia mengakui, saat ini di tubuh partai yang peduli dengan rakyat ini sedang mengalami kekisruhan di antara pengurus. Tapi, menurut Ketua DPW PPRN Sumut yang sah terdaftar di Menkumham dan KPU, kekisruhan yang terjadi bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun, ironisnya, Ketua Umum DPP PPRN Amelia A Yani terasa enggan untuk itu. Malah memperuncing masalah, dan sekarang sudah mengkristal.
“Kalau tidak sepaham dengan Ketua Umum tanpa peringatan langsung nonaktif. Kebijakan itu menyalah dan saya terus memperjuangkan kebenaran meski jabatan saya taruhannya,” sebut Nurdin, seraya mengatakan, dirinya telah mendapat dukungan semua DPW PPRN se-Indonesia.
Soal pengangkatan, Djumongkas menjadi Ketua DPW PPRN Sumut, Nurdin Manurung, semua lawak-lawak rendahan. Disebutkan, atas dasar apa Amelia mengangkat Djumongkas, sementara Djumongkas bukan dari pengurus partai. “Organisasi partai bukan main-main,” tegas Nurdin.
Masih kata Nurdin, sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya telah menyurati Menhumham RI tentang ketidakabsahan Munas I PPRN dan memohon tidak menyetujui segala perubahan kepengurusan DPP PPRN dan AD/ART, karena Munas tersebut tidak selesai. “Kami juga membuat pengaduan kepada Mabes Polri terhadap Amelia, dengan No LP 192 pada tanggal 15 Maret 2010 serta melakukan gugatan perdata,” ujar Nurdin.
Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, dalam susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPRN disebutkan bahwa, sebagai Ketua Dewan Pembina adalah Dr Sutan Raja DL Sitorus, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat adalah Amelia A Yani, selaku Sekretaris Jenderal adalah HVTA Simanjuntak dan Bendahara adalah Hotman Sitorus SH. “Bagaimana bisa Pjs Sekjen Maludin Sitorus memberikan keputusan atau tanda tangan, sementara dirinya bukan dari unsur partai,” katanya lagi.
Cacat Hukum
Lebih jauh dijelaskan Nurdin, Munas I PPRN yang dilaksanakan 8 Maret 2010 di Bandung dinilai cacat hukum. Pasalnya, dari 33 DPW PPRN se-Indonesia yang hadir hanya 5 DPW yang sah terdaftar di Menkumham dan KPU Provinsi.
Meskipun di dalam buku daftar tamu tertulis hadir 25 DPW dengan membubuhkan tanda tangan. Namun di antara jumlah itu, 20 DPW itu tidak sah, karena pengangkatan Plt oleh Ketum partai berlambang penjuru mata angin tersebut telah melanggar aturan yang tercantum di AD/ART partai.
Sementara, kelima DPW PPRN yang sah itu (maksudnya terdaftar di Menkumham dan KPU Propinsi) dari Provinsi Sumut, Maluku, Sulswesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Timur.
Dijelaskan Nurdin, untuk mengatasi kemelut yang terjadi di tubuh PPRN, maka dalam waktu dekat akan dilangsungkan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan peserta seluruh DPW dan DPD se-Indonesia. Dengan adanya Munaslub, lanjut Nurdin, roda PPRN akan kembali normal. “Kita harus mempertahankan PPRN menjadi yang terbaik dan terhindar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya. [mia]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: