Banjir Bandang Landa Tano Tombangan Tapsel, 3 Orang Meninggal Dunia, 20 Orang Luka-luka, Puluhan Rumah Rusak

TAPSEL, MANDIRI

Musibah bencana alam banjir dan longsor tampaknya acap kali melanda Kabupaten Tapanuli Selatan yang diperkirakan akibat buruknya kinerja Pemerintahan Daerah setempat dalam menangani perusakan hutan dan pengawasan ekpsloitasi hutan untuk pertambangan.

Bukan rahasia umum lagi maraknya perambahan hutan sering kali menjadi penyebab terjadinya dan dapat tetap berlangsung diakibatkan adanya kong kali kong antara perambah dengan aparat pemerintahan.

Seperti bencana banjir dan longsor di Kecamatan Angkola Selatan beberapa waktu lalu, banjir bandang di Desa Tanjung Medan Kecamatan Angkola Tano Tombangan juga disertai gelondongan kayu-kayu besar yang diperkirakan sisa tebangan beberapa tahun belakangan ini.

Keterangan yang himpun wartawan, Ahad (4/4) di lokasi kejadian menyebutkan hujan deras terjadi Sabtu (3/4) membawa penderitaan kepada masyarakat sejumlah desa di Kecamatan Angkola Tano Tombangan. Sekitar pukul 20.00 WIB banjir bandang melanda Desa Tanjung medan yang disertai sisa-sisa kayu tebangan. Anak Sungai yang ada di Desa tersebut meluap dan disertai gelondongan kayu menghantam puluhan rumah hingga rusak berat.

Tragisnya, banjir bandang yang perkirakan terjadi selama 2 jam itu, membawa korban 3 orang meninggal dunia dan sekitar 20 orang luka berat sedangkan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pantauan wartawan, selain disertai gelondongan kayu, banjir bandang di Desa Tanjung Medan juga disertai lumpur dan pasir luapan anak hingga ke badan jalan. Juga merusak persawahan dan peternakan masyarakat setempat. Tidak sedikit ternak milik masyarakat yang terbawa arus deras dan belum ditemukan.

Masyarakat yang tinggal dekat dengan anak sungai, memilih mengungsi ke rumah-rumah kerabat terdekat dan rumah ibadah untuk mengantisipasi banjir susulan karena cuaca hari itu masih terlihat mendung.

Korban meninggal Br Sitompul (70) istri dari Simatupang direncanakan dikebumikan pada hari itu di Desa Tanjung Medan sedangkan 2 korban lagi adalah ayah dan anak penduduk Desa Aek Uncim perantau asal Nias yang pada saat kejadian berada di Desa Tanjung Medan karena bekerja memasak nilam.

Salah seorang masyarakat setempat, Panca kepada wartawan menyesalkan kelambanan pihak pemerintah setempat dalam menangani banjir di desa tersebut. “Tengah hari ini baru alat berat diturunkan, syukur saja tidak terus hujan, kalau tidak mungkin kerugian akan semakin bertambah akibat kelambanan itu,” ujarnya seraya mengeluhkan belum adanya posko kesehatan yang didirikan Pemkab Tapsel.

Tim ADAB Berikan Bantuan

Bencana yang dialami masyarakat Tantom membawa membawa derita tersendiri bagi Calon Bupati Tapsel Andar Amin Harahap SSTP MSi, yang disertai rombongan Tim ADAB mengunjungi Desa Tanjung Medan, Ahad (4/4).

Koordinator Tim ADAB Dapil setempat Harlen Daniel Lallu Panggabean di dampingi Zento Lumban Tobing kepada wartawan mengatakan selaku anggota DPRD Tapsel dari daerah setempat maka merupakan kewajiban untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. “Dalam hal ini, Tim ADAB telah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat untuk setidaknya dapat mengurangi sedikit penderitaan korban bencana,” ujarnya.

Bantuan tersebut berupa mi instan 71 kardus, beras 11 kaleng, gula dan air bersih serta operasional 1 unit alat berat untuk mengeruk pasir untuk meluruskan alur anak sungai Desa Tanjung Medan sehingga tidak terjadi banjir susulan.

Sementara Calon Bupati Andar Amin Harahap kepada wartawan mengatakan turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Tano Tombangan khususnya desa yang ditimpa bencana. “Kita tidak inginkan bencana ini ada, namun demikian kita harus tabah menghadapinya,” ujarnya singkat seraya membaur dengan masyarakat setempat di lokasi kejadian. [str]

3 Komentar to “Banjir Bandang Landa Tano Tombangan Tapsel, 3 Orang Meninggal Dunia, 20 Orang Luka-luka, Puluhan Rumah Rusak”

  1. saya turut berduka atas musibah bencana alam yg terjadi di tantom.smg kita diberi hikmah untuk menghadapinya.bagi keluarga yg kehilangan saudara atau keluarga diberi ketabahan.dan kita jg jgn lupa berdoa kepada Tuhan untk meminta perlindunga.salm buat smua,TUHAN memberkati

  2. Teriring Salam dan doa
    ” Mungkin Tuhan mulai bosan”
    Acap kali kita dengar ttp kita seakan tdk peduli ungkapan tsb utk itu marilah kita berbenah diri krn musibah tsb boleh dibilang ulah dari org org tak bertanggung jawab yg nota benenya memetingkan diri sendiri tanpa memikirkan hal hal di blkg hari. Jesus Bless Us

  3. Saya sudah dapat berita ini lewat telp & SMS sekitar jam 10.00 wib dari masyarakat Tantom, karena informasi saat ini sudah sangat cepat kita peroleh. Kami masyarakat perantau (IKBT) asal Tantom turut berduka atas musibah ini. Semoga masyarakat Tantom yang kena musibah segera terhibur dan dapat berkat yang baru.
    Di balik peristiwa ini Tuhan punya rencana yang indah.
    Mungkin juga Tuhan tidak setuju kalau ibu kota Kecamatan Tantom Angkola di tetapkan di Desa Situmba. Kami perantau asal Tantom melalui IKBT (Ikatan Keluarga Besar Tanotombangan) se-Jabodetabek mengusulkan agar ibu kota Kec. Tantom Angkola di tetapkan di Desa Panabari saja. Mari kita renungkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: