Waspadai Keterlibatan Aparatur Pemko Medan Memenangkan Salah Satu Pasangan Calon

MEDAN, MANDIRI

Ketua Tim Pemenangan Calon Walikota-Wakil Walikota Medan Maulana Pohan-Ahmad Arif (MARI), Fadly Nurzal, mengatakan Panwaslukada Kota Medan harus mewaspadai keterlibatan oknum PNS dalam Pemilukada Kota Medan untuk memenangkan salah satu pasangan calon menyusul semakin dekatnya waktu pemilihan pada 12 Mei nanti.

Hal ini disampaikan Fadly Nurzal di Kantor Pemenangan MARI, Jalan Suprapto, Medan, usai menerima kunjungan silaturahmi Ketua Panwaslukada Kota Medan M Aswin didampingi Anggota Robinson Simbolon, Diana Suwita Harahap dan Humas Fakruddin, Kamis (1/4).

“Diharapkan agar Panwaslukada Kota Medan dan jajarannya dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pengawas. Kenapa ini saya katakan, sebab sebelum penetapan calon dan nomor urut dilakukan oleh KPU Kota Medan dan Panwaslukada Kota Medan belum terbentuk, nuansa keterlibatan oknum PNS Pemko Medan sudah tampak,” ujar Fadly Nurzal.

Contohnya, sikap oknum Lurah yang melarang Calon Walikota Medan Maulana Pohan memberikan kata sambutan di hadapan pendukungnya di kawasan Medan Belawan serta tindakan oknum Lurah yang melarang pemasangan atribut pasangan MARI di kawasan Medan Maimun.

Fadly merinci, memang kejadian tersebut sebelum Panwaslukada dibentuk Bawaslu. Ketika itu Maulana Pohan berkunjung ke kawasan Medan Belawan Bahagia. Tiba-tiba saat Maulana mau berpidato tiba-tiba disuruh turun oleh oknum Lurah setempat.

Setali tiga uang dengan sikap salah satu oknum Lurah di Kecamatan Medan Maimun. Oknum Lurah tersebut melarang pemasangan spanduk Maulana Pohan di wilayah kekuasannya. Anehnya untuk pasangan lainnya justru dibiarkan, ujar Fadly.

“Timbul kesan, Maulana Pohan saja yang mereka kejar. Tampaknya mereka ketakutan Maulana Pohan akan menang dalam pemilukada,” kata Fadly Nurzal sembari menambahkan, disini sudah jelas ada oknum Lurah yang berusaha “mengganjal” MARI.

Ditambahkan, mumpung tahapan atau pelaksanaan kampanye belum berlangsung saat ini, Panwas dapat belajar dari kasus ini dan apabila kembali terjadi agar segera disikapi oleh Panwas.

“Kita khawatir nantinya, semua fasilitas pemerintah juga diikutsertakan dalam memobilisasi massa pada saat kampanye. Untuk itulah Panwaslukada Kota Medan harus jeli melihat hal tersebut,” ungkap Fadly.

Diharapkan, Panwas segera melakukan pengawasan terutama terhadap fasilitas negara yang digunakan dalam Pemilukada Kota Medan, dan apabila ditemukan diminta kepada Panwas untuk langsung bertindak. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: