Rudolf M Pardede Tak Pernah Sekolah di SMUK Penabur Sukabumi

MEDAN, MANDIRI

Komisi Pemilihan Umum Kota Medan akhirnya membuka terang benderang ke publik alasan tidak diloloskannya Rudolf M Pardede menjadi Calon Walikota Medan Periode 2010-2015. Alasannya adalah, Rudolf ternyata tak pernah sekolah di SMU Kristen BPK Penabur Sukabumi.

Hal itu dibeberkan Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting didampingi Anggota Bakhrul Khair Amal dan Yenni Khairiah Rambe dalam jumpa pers di Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Rabu (31/3).

Dijelaskan Evi, sesuai surat pernyataan yang dibuat Kepala SMUK BPK Penabur Martha Christiawati tanggal 28 Mei 2003, berdasarkan pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan pada buku stambuk/buku induk/buku klafer SMUK BP Penabur yang berdiri sejak tahun 1957 tidak pernah menmukan daftar nama Rudolf Mazuoka Pardede sebagai siswa untuk tahun ajaran 1957 s/d 1960 atau 1959 s/d 1962.

Martha Christiawati juga menegaskan, bahwa surat keterangan SMUK BPK Penabur No 094/1028/SMUK SI/PD/IV/2003 tanggal 26 April 2003 dan Surat Keterangan No 099/1028/SMUKSI/PD/V/2003 tanggal 2 Mei 2003 adalah tidak benar sama sekali nama Rudolf M Pardede terdaftar sebagai siswa di sekolah SMUK BPK Penabur, untuk dan pada ajaran 1957 s/d 1960 atau 1959 s/d 1962.

“Bahwa benar kedua surat keterangan tersebut diterbitkan atas permintaan seseorang yang mengaku bernama Liberty dan seorang Ibu bernama Emy yang mengaku sebagai kakak saudara Rudolf Mazuoka Pardede yang katanya dipergunakan hanya sebagai keterangan kelengkapan atas diri saudara Rudolf Mazuoka Pardede,” tulis Martha dalam surat pernyataannya bermateri 6000.

Selain membuat surat pernyataan, Martha juga membuat surat permohonan maaf Nomor 108/I.02.8/SMUKSI/PD tertanggal 28 Mei 2003 yang isinya, menyatakan permohonan maaf atas kelalaian memberikan surat keterangan No 094 dan surat No 099 yang menyatakan Rudolf M Pardede lulus tahun 1960 atau 1962, ternyata setelah diteliti dengan cermat di buku induk dan klaper, tidak terdapat nama tersebut. Yang ada adalah Rudolf Takapente dengan Nomor Induk 328.

Berdasarkan fakta legal formal berupa surat pernyataan dan surat permohonan maaf yang dibuat Kepala SMUK BPK Penabur, Rudolf tidak memenuhi syarat sesuai pasal 9 ayat 1 huruf c Peraturan KPU Nomor 68 Tahun 2009 tentang persyaratan minimal pendidikan calon walikota dan wakil walikota adalah SLTA atau sederajat.

Dalam hal ini KPU Kota Medan kemudian melakukan pembuktian terbalik dengan meminta Rudolf memberikan dokumen-dokumen yang bisa menunjukkan bahwasannya ia telah menamatkan pendidikan setingkat SLTA melalui surat KPU tertanggal Maret 2010. Namun sampai batas waktu yang ditentukan Rudolf tidak dapat membuktikan atau memberikan dokumen yang diminta KPU Medan.

Selanjutnya KPU Medan melakukan konsultasi ke KPU Provinsi dan KPU Pusat. Hasilnya KPU Medan disarankan mendapatkan klarifikasi dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi terhadap surat keterangan Nomor 099 apakah bisa dijadikan surat kerangan pengganti ijazah.

Selanjutnya Sekretaris Dinas Pendidikan Sukabumi Ayep Supriatna mengeluarkan surat Nomor 800/261-Set Disdik/2010 tertanggal 10 Maret 2010 yang isinya bahwa surat keterangan No 099/102.8/SMUKSI/PD/V/2005 tertanggal 2 Mei 2003 yang dilegalisasi Dinas Pendidikan Sukabumi menunjukkan surat keterangan kesalahan penulisan tahun saja, bukan merupakan surat keterangan pengganti ijazah/STTB.

“Inilah bukti-bukti legal formal yang dijadikan KPU dalam mengambil keputusan pembatalan pencalonan Rudolf M Pardede,” tandas Evi Ginting. [adi]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: