Rahudman-Eldin Sangat Berkualitas dan Berpengalaman

MEDAN, MANDIRI
Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Medan Marelan Hj Aisyah SN mengingatkan, agar dalam memilih pemimpin harus betul-betul mempertimbangkan berbagai aspek.
“Memilih pemimpin jangan hanya karena ambisi. Harus diperhatikan kualitas intelektual dan pengalamannya,” ujar Hj Aisyah SN menjawab wartawan saat dijumpai di Medan, Sabtu (13/3).
Dia menilai, Calon Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dan Calon Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi merupakan dua sosok yang memiliki komitmen sangat kuat untuk membangun Kota Medan menjadi lebih baik.
“Sebagai birokrat, Pak Rahudman dan Pak Eldin tentu saja mengetahui secara persis apa yang akan dilakukan untuk menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini menjadi lebih baik dan menjadikan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya.
Selain itu, Hj Aisyah SN menilai, Rahudman dan Eldin adalah pemimpin yang sangat aspiratif, tanggap dan cekatan dalam melakukan berbagai kebijakan yang orientasinya untuk kemaslahatan orang banyak.
Diakuinya, untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, tentu saja bukan pekerjaan mudah. “Tapi, insya Allah, saya yakin mereka mampu mewujudkan amanah rakyat karena mereka memiliki kualitas intentelektual dan berpengalaman,” ujarnya.
Berbagai hal masih harus dilakukan untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik, termasuk pembangunan bebagai infrastruktur yang rusak. Juga penanggulangan banjir yang sering meresahkan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan umum dan pembangunan kawasan pinggiran seperti kawasan Medan Utara.
Namun, Hj Aisyah mengingatkan, pembangunan yang dilakukan tidak hanya melulu pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan mental spritual.
Rahudman-Eldin diharapkan mampu mewujudkan Kota Medan yang madani dan religius, antara lain dengan cara lebih menyemarakkan berbagai kegiatan keagamaan dan lebih memperhatikan pendidikan agama.
Tokoh masyarakat yang juga Ketua Bidang Dakwah BKMT Kota Medan ini menjelaskan, pendidikan agama harus menjadi perhatian serius, termasuk menambah honor guru madrasah yang sering masih sangat minim. “Bayangkan, ada guru madrasah yang menerima honor Rp200 ribu sebulan,” ujarnya.
Padahal, menurut dia, keberadaan guru madrasah memiliki peran sangat penting dalam membina moral generasi muda. Kalau generasi muda memiliki moral yang bagus, jika kelak mereka dewasa dan menjadi pemimpin, diharap senantiasa mengedepankan akhlakul karimah.
Dia menjelaskan, BKMT di Kecamatan Medan Marelan yang memiliki anggota 2.000-an orang dan BKMT Kota Medan yang memiliki sekira 10.000 anggota, tidak hanya melulu wadah pengajian kaum ibu, tapi juga wadah pembinaan kaum perempuan.
“Selain melakukan shalat tasbih, zikir dan ceramah agama, kami juga sering melakukan seminar tentang perempuan dan keluarga,” ujar Hj Aisyah SN. [mia]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: