Pedagang Sayur Keliling Tewas Telungkup di Gubuk

MEDAN, MANDIRI

Warga Jalan Pantai Menggali, Kelurahan Asam Kumbang, Pasar VI, Sunggal, Minggu (6/12) pagi mendadak heboh. Pasalnya, di areal perkebunan yang berdekatan dengan sungai ditemukan jenazah Tumini (55), dalam keadaan tidak bernyawa di dalam gubuknya sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi yang diperoleh di kepolisian menyebutkan, jenazah pedagang sayur keliling pertama kali ditemukan Iwan (18) anak tiri korban dan Riski (19) teman Irwan dalam keadaan tewas di dalam gubuknya. Menurutnya, ia bersama temannya bernama Riski pagi itu hendak mengambil pakaian yang sebelumnya disimpan di rumah mamak tirinya itu.

Namun sebelum masuk kedalam gubuk, pria berkulit hitam itu terkejut melihat pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci. Tak menaruh perasaan curiga, Iwan bersama temanya itu dengan perlahan masuk ke dalam gubuk sekalian tempat tinggal korban.

Tiba-tiba baru saja melangkah masuk kedalam, kedua bola mata pemuda itu tertujuh mengarah tubuh korban dalam kondisi telungkup di atas tumpukan kardus. Awalnya, Iwan bersama temannya tersebut mencoba membangunkan Tumini.

Namun setelah beberapa kali dibanguni, korban tidak membari suara sahutan. “Setelah kami banguni tak dijawab, kami curiga dan melihat ditangannya ada bercak darah. Selanjutnya kami keluar dan memberitahu kepada tetangga lainnya,” ucap pria tamatan SMP itu dengan polos kepada wartawan di Mapolsekta Sunggal di sela-sela pemeriksaan.

Yakin kalau perempuan yang menjadi ibu tirinya tersebut sudah tidak bernyawa, keduanya langsung memberitahukannya kepada warga setempat. Warga yang menerima laporan itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan selanjutnya di laporkan ke Polsekta Medan Sunggal.

Menerima laporan itu, Kapolsekta Medan Sunggal AKP Faisal Napitupulu di dampingi Kanit Reskrim Iptu Anthony S bersama tim olah tempat kejadian perkara (TKP) Poltabes Medan datang dan mengamankan lokasi kejadian. Guna keperluan otopsi, petugas langsung membawa jenazah korban ke ruangan instalasi jenazah RSU Bhayangkara Medan di Jalan KH Wahid Hashim.

Sementara itu, informasi lain yang di dapat dari sa-lah seorang saudara korban mengaku, Dahlan (56) suami korban baru saja menjual tanah mereka yang korban tempati seluas 6×20 meter. “Anak bapak dari istri yang pertama ada delapan dan semua dibagi rata tiga ratus ribu rupiah termasuk korban,” aku wanita berkulit putih itu yang enggan namanya ditulis.

Saat ditanya kematian korban apakah ada hubungan dengan pembagian harta gona-gini, Leni enggan berkomentar. “Kalau tentang harta saya tidak tahu bang, mungkin bapak yang tahu,” elaknya.

Terpisah, Kapolsekta Medan Sunggal AKP Faisal Napitupulu saat dikonfirmasi belum dapat memastikan motif kematian korban. “Kita masih dalam penyelidikan, dan delapan anak tiri korban termasuk suaminya masih dalam pemeriksaan untuk dimintai keterangan,” ujarnya. [jam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: