M City Tidak Terdaftar di Jamsostek

MEDAN, MANDIRI

20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka saat kebaran besar melanda pusat hiburan M City, Jalan Waringin simpang Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (4/12) malam. Tapi sangat disayangkan, pusat hiburan tersebut tidak terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana amanat UU No 3 Tahun 1992 tentang wajib Jamsostek.

“Kami selalu mengimbau agar segala jenis usaha baik itu usaha yang memiliki resiko kecelakaan besar maupun kecil untuk segera dilindungi program Jamsostek. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita, betapa pentingnya perlindungan karyawan dan tenaga kerja. Seandainya mereka didaftar di Jamsostek, keluarga yang ditinggalkan karyawan M City akan mendapat santunan 48 kali gaji. PT Jamsostek tidak dapat mengganti nyawa, tapi keluarga yang ditinggalkan tetap memerlukan biaya hidup, terlebih tulang punggung pencari nafkah sudah tiada,” kata Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek Mas’ud usai memimpin apel upacara bendera dalam rangka memeringati HUT ke-32 PT Jamsostek di Lapangan Gedung Kantor Jamsostek, Tanjung Morawa, Sabtu (5/12).

Dikatakan Mas’ud resiko selalu saja ada pada setiap orang, tidak terkecuali tempat hiburan, rumah makan dan tempat rekreasi lainnya. Sebenarnya, kata Mas’ud, para pekerja rumah makan sendiri tampaknya resiko kecelakaan kerja kelihatannya tidak besar dan tenang tenang saja. Namun sebaliknya, bila tabung gas kompor masak meledak, siapa sangka akan sangat berbahaya dan bisa menelan banyak korban.

“Kami mohon agar seluruh pihak bersama sama mendukung gerakan Jamsostek, agar seluruh mas-yarakat terlindungi. Lembaga agama saja sudah masuk Jamsostek, konon usaha-usaha yang bersifat komersil, masih banyak melanggar UU No 3 Tahun 1992 tentang program Jamsostek yang bersifat wajib,” katanya seraya meningatkan kembali bahwa pada tanggal 2 juli 2009 silam, Gubsu sudah mencanangkan gerakan sadar hukum program Jamsostek, namun sebaliknya masih banyak pihak yang melanggar imbauan Gubsu.

“Pada saat senang-senang pun, peristiwa kecelakaan dan meninggal dunia bisa tiba-tiba datang. Kematian massal clubbers Karaoke M City harus dijadikan kembali sebagai pelajaran mahal,” tandas Mas’ud.

Petugas Pemasaran Kantor cabang Medan Marinho Pelly Latuperissa mengungkapkan M City sudah pernah disurati Kantor Jamsostek Cabang Medan dan formulir pendaftaran Jamsostek sudah diberikan. “Mereka janji bulan November lalu akan mendaftarkan sebagian karyawannya. 10 orang akan didaftarkan. Namun, hingga perisitiwa itu, pemilik usaha tetap tidak mendaftarkannya,” ungkap pria yang akrab disapa Neno ini. [mia]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: