Yayasan UISU Versi Haris Bahrum Jamil Dibubarkan

MEDAN, MANDIRI

Ketua Pembina Yayasan UISU Drs H Haris Bahrum Jamil menegaskan, terhitung sejak Senin 30 November 2009, kepengurusan Yayasan UISU sesuai akte notaris Nomor 02 Tanggal 13 Desember 2006 yang dibuat dihadapan Notaris Teguh Perdana Sulaiman SH SpN dibatalkan dan selanjutnya dibubarkan.

Penegasan tersebut disampaikan Haris Bahrum Jamil selaku pimpinan rapat Pembina Yayasan UISU didampingi notulen rapat Drs Syahwin MSi dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Kamis (3/12).

Dipaparkan Haris Bahrum Jamil, berdasarkan surat undangan Pembina Yayasan UISU No 085/A.1/Pb.Y.UISU/VI/2009 tanggal 25 November 2009, pada Senin (30/11) sekitar pukul 20.15-23.30 WIB di Jalan Teladan No 35, Medan, telah dilaksanakan rapat Pembina Yayasan UISU sesuai Akte Notaris Teguh Perdana Sulaiman SH SpN Nomor 02 tanggal 13 Desember 2006. Rapat tersebut dihadiri empat orang Pembina Yayasan UISU, masing-masing Haris Bahrum Jamil, Budi Helmi Nasution SH, Syahwin, dan H Harry L Siregar.

Setelah rapat dibuka oleh Ketua Pembina Haris Bahrum Jamil, selanjutnya rapat diskors hingga pukul 20.45 WIB untuk menunggu kehadiran seorang anggota Pembina lainnya. Namun hingga pukul 20.50 WIB, Ir H Rizal Fahmi Nasution tidak juga hadir, sehingga rapat dilanjutkan karena sudah dianggap korum.

Dijelaskan Haris Bahrum Jamil, rapat Pembina Yayasan UISU dilaksanakan setelah menyadari kekeliruan dan memperhatikan kondisi akademik Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Kampus Al Munawwarah, Jalan Sisingamangaraja, Medan, sudah tidak sehat, dan sudah lebih 5 bulan akademik UISU Al Munawwarah dipimpin oleh oknum yang mengaku sebagai Rektor, yaitu dr Chairul Mursin SpAn dan Helmi Nasution yang mengaku-ngaku seolah-olah sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU. Sampai saat ini kedua oknum tersebut masih berkantor di Kampus UISU Al Munawwarah, padahal telah diberhentikan oleh Pembina Yayasan UISU sejak tanggal 12 Mei 2009.

Selain itu, keempat Pembina Yayasan UISU juga menyadari bahwa Yayasan UISU sesuai Akte Notaris Teguh Perdana Sulaiman SH SpN No 2 tanggal 13 Desember 2006, hingga kini tidak terdaftar dalam lembaran Negara RI, sehingga tidak diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Pertimbangan lainnya adalah putusan Mahkamah Agung RI No 150/K/TUN/2008 tanggal 16 Februari 2009 yang telah berkekuatan hukum tetap, surat Dirjen AHU Departemen Hukum dan HAM No C.HT 01.10-14 tanggal 3 April 2007 perihal penegasan Yayasan UISU yang sah pimpinan Hj Sariani AS selaku Ketua Pembina dan Prof Dr H Usman Pelly MA selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan, dan surat Dirjen AHU Departemen Hukum dan HAM No AHU-AH 01-08-418 tanggal 16 Juli 2009 perihal Yayasan UISU.

Kemudian Surat Mendiknas RI Nomor 131/MPN/DT/2009 tanggal 11 September 2009 prihal penyelesaian masalah UISU, dan pengumuman Kopertis Wilayah I Aceh-Sumut No 028/L1/PK7/2009 tanggal 25 November 2009 tentang hasil rapat Muspida Plus tanggal 25 November 2009 tentang penyelesaian masalah UISU.

Haris Bahrum Jamil juga mengemukakan perwakilan anak pendiri UISU, masing-masing Haris Bahrum Jamil, Syahwin dan Rizal Fahmi Nasution telah bergabung dalam struktur kepengurusan Pembina Yayasan UISU pimpinan Hj Sariani AS sesuai dengan rapat pembina Yayasan UISU.

Hal itu untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Ummat Islam serta kepentingan seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai UISU, sehingga UISU tetap menjadi perguruan tinggi yang bermartabat dan mampu melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi serta dakwah Islamiyah secara terprogram dan terencana sesuai dengan visi dan misi UISU serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

Dikarenakan tujuan rapat telah sama-sama diketahui dan dipahami oleh peserta rapat, maka disetujui hasil rapat dengan memutuskan, terhitung sejak hari dan tanggal rapat ini akta penegasan notulen rapat Yayasan Perguruan Tinggi Islam Indonesia Nomor 02 tanggal 13 Desember 2006 dibuat dihadapan Notaris Teguh Perdana Sulaiman SH SpN dibatalkan, selanjutnya Kepengurusan Yayasan UISU berdasarkan akte tersebut dinyatakan dibubarkan.

Dengan batalnya akte penegasan Notulen Rapat Yayasan Perguruan Tinggi Islam Indonesia Nomor 02 tanggal 13 Desember 2006 dibuat dihadapan Notaris Teguh Perdana Sulaiman SH SpN, maka ditegaskan terhitung sejak Senin 30 November 2009, seluruh organ Yayasan UISU (pembina, pengurus dan pengawas) tidak berwenang lagi bertindak untuk dan atas nama Yayasan UISU.

Terkait keputusan rapat tersebut, para peserta rapat memberikan kuasa penuh kepada Haris Bahrum Jamil untuk melegalisasikan hasil rapat dan melakukan hal-hal yang dianggap baik. Karena, keputusan-keputusan tersebut telah diterima dengan baik dan disepakati sesuai dengan kemauan bersama. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: