Tiga Aktor Intelektual Demo Anarkis Protap Divonis 18 Tahun Penjara

MEDAN, MANDIRI

Tiga lagi aktor intelektual (pentolan) demo anarkis pendukung pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) yang berbuntut meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat divonist pada sidang Pengadilan Negeri Medan, Kamis (3/12).

Mereka adalah terdakwa Junhaidel Samosir aktivis pembentukan Protap, Burhanuddin Rajaguguk Sekretaris Panitia Pembentukan Protap dan Victor Siahaan wartawan senior salah satu harian di kota Medan.

Majelis hakim diketuai Yuferi F Rangka SH memvonis terdakwa Junhaidel Samosir dengan hukuman 10 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Menurut majelis hakim terdakwa Junhaidel Samosir telah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana sebagai diatur dalam pasal 170 ayat (3) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Di ruang sidang lainnya, terdakwa Burhanuddin Rajagukguk divonis majelis hakim diketuai I Ketut Sudira SH dengan hukuman 4 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 146 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terdakwa Victor Siahaan dijatuhi hukuman oleh majelis hakim diketuai Indrawaldi SH selama 4 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Terdakwa Victor Siahaan dinyatakan majelis hakim terbukti bersalah melanggar pasal 146 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum telah menuntut ketiga terdakwa ini masing-masing supaya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana pasal 340, 146 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam amar putusan, majelis hakim menyebutkan pada aksi demo pendukung pembentukan Protap tanggal 3 Februari 2009 dimana para terdakwa turut serta didalamnya telah terjadi perbuatan melawan hukum berupa pengrusakan, penggembokan pintu dan pemukulan terhadap Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat.

Akibat tekanan fisik yang dilakukan para pendemo termasuk para terdakwa, telah mengakibatkan tewasnya Aziz Angkat yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Gleni Medan dalam keadaan kritis untuk diberi pertolongan medis.

Berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, para terdakwa terbukti bersalah turut serta secara bersama-sama dengan massa Protap lainnya melakukan tindakan kekerasan menceraiberaikan sidang paripurna DPRD Sumut. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: