Perwira Mabes Polri Jadi Saksi Kasus 2,5 Kg Sabu di PN Medan

MEDAN, MANDIRI

Sidang kasus lanjutan dalam perkara shabu-shabu dengan terdakwa Indra Tampubolon dan Aling Yusuf yang digelar di PN Medan, Rabu (2/12) siang kali ini, JPU Dwi Nelly Nova SH menghadirkan dua perwira Mabes Polri.

Kedua perwira itu, Bagus Harianto dan Syamsul Rizal hadir didalam persidangan untuk memberikan keterangan kesaksian terhadap penangkapan kedua terdakwa yang merupakan sindikat shabu-shabu internasional.

Kedua perwira Mabes Polri menegaskan bahwa kedua terdakwa sudah menjadi target operasi selama tiga bulan. Setelah mendapatkan informasi akurat tentang keberadaan kedua terdakwa di Medan, maka Mabes Polri langsung melakukan penelusuran kelokasi persembunyian keduanya.

Pihak Mabes langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Indra Tampubolon yang ditangkap dikawasan Tanjung Mulia sekitar 7 Juli 2009 lalu, dimana terdakwa Indra baru saja pulang mengambil paket shabu asal Penang yang dikirim melalui Pelabuhan Belawan. Sewaktu penangkapan terhadap Indra Tampubolon polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa shabu seberat 2,5 kg dari mobil terdakwa Indra.

Setelah berhasil menangkap salah satu jaringan sindikat narkoba internasional ini, pihak Mabes Polri langsung melakukan pengembangan.

Dalam proses pengembangan penyidikan, maka Indra mempunyai jaringan yang telah memesan barangnya maka diketahuilah keberadaan Aling Yusuf yang telah memesan setengah kilo shabu dari Indra Tampubolon.

Tanpa harus menunggu banyak waktu pihak Mabes Polri langsung melakukan penangkapan Aling Yusuf yang berada di depan Hotel Arya Duta, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan.

Pada persidangan tersebut, salah seorang perwira Mabes Polri ini mengatakan pada saat menangkap sama sekali tidak kenal dengan wajah terdakwa Aling. Petugas hanya mengenal Aling Yusuf dari namanya saja karena sudah menjadi target operasi Mabes Polri. Penangkapan dilakukan terhadap Aling berkat pengembangan terhadap pemeriksaan Indra.

Selain itu pada saat ditangkap petugas, terdakwa memang mengaku bernama Aling. Akan tetapi pada waktu itu, Bagus mengatakan barang bukti tidak ada bersama Aling pada saat penangkapan di depan Hotel Arya Duta.

Baru setelah diperiksa dan dimintai keterangan terdakwa mengaku memang menyimpan satu bungkus shabu.

Begitu juga ketika petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap Indra Tampubolon, ternyata tidak hanya shabu seberat 2,5 kg yang ada ditangan Indra Tampubolon, akan tetapi saat dilakukan pemeriksaan dirumah Indra yang berada di Jalan Kejaksaan, Medan, ditemukan lagi lima butir ekstasi.

Keterangan kedua perwira Mabes Polri ini dibantah oleh terdakwa Aling. Menurut terdakwa Aling, ia dipaksa polisi mengakui kalau barang shabu-shabu itu miliknya.

Setelah mendengarkan keterangan kedua orang saksi, majelis hakim yang diketuai Krisman Sormin SH menunda persidangan hingga Rabu depan. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: