FPI dan Putra Aziz Angkat Kecewa

MEDAN, MANDIRI

Puluhan massa FPI Sumatera Utara, yang hadir didalam persidangan kasus demo anarkis Protap, sangat kecewa mendengar hasil tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amlizar Tahar SH, yang menuntut terdakwa Aktor Intelektual Protap, Chandra Panggabean selama 12 tahun penjara.

“Kita sangat heran, kenapa tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat ringan, padahal dia adalah aktor intelektual utama penggerak massa Protap ke DPRD Sumut pada 3 Februari 2009 lalu,” ujar Sekretaris FPI Sumut Ustazd Indra Suheri kepada wartawan di PN Medan, Rabu (2/12).

Indra meminta agar, majelis hakim untuk lebih jeli dalam melihat persoalan tersebut. Terutama dalam memberikan putusan majelis hakim.

“Kalau kita lihat selama ini, upaya yang dilakukan terdakwa dengan mempersulit proses persidangan seharusnya hukuman lebih tinggi lagi, namun kenyataan tuntutan hukuman Chandra sama terdakwa lainnya,” ujarnya.

Menurut Indra, FPI akan terus memantau persidangan Chandra ini hingga sampai proses putusan majelis hakim.

Agung Juga Kecewa

Keluarga almarhum Abdul Aziz Angkat yang hadir didalam proses persidangan kasus Demo Anarkis Protap untuk mendengarkan tuntutan JPU Amlizar Tahar SH terhadap aktor intelektual Protap Chandra Panggabean tampak kecewa mendengarkan tuntutan tersebut.

Bahkan anak Almarhum Aziz Angkat, Agung Wibowo Angkat didampingi penasehat hukumnya Irfan Surya Harahap SH tampak kecewa atas tuntutan tersebut.

“Wah ada apa dengan tuntutan hukuman kepada Chandra Panggabean, selaku aktor intelektual Protap sangat ringan sekali, ini tidak setimpal dengan apa yang terjadi dengan ayahku dan rusaknya gedung DPRD Sumut,” ujar Agung.

Kalau dilihat dalam masalah ini, menurut Agung, diduga ada permainan makelar kasus yang ikut bermain dalam menentukan tuntutan terhadap pelaku utama demo anarkis terbentuknya Provinsi Tapanuli.

“Kalau dilihat dari pasal dakwaan yang ditetapkan JPU dipersidangan yakni pasal 340 itu hukumannya minimal 20 tahun penjara, maksimalnya hukuman seumur hidup atau mati, tapi kok malah dituntut 12 tahun,” kata Agung kecewa.

Hal senada dikatakan Irfan Surya Harahap SH, yang menilai tuntutan terhadap terdakwa Chandra sudah dipatronkan. “Sebagai Ketua Panitia Protap, kok sama tuntutannya dengan tuntutan yang diterima Datumira anggota Panitia Protap yang juga dituntut 12 tahun penjara,” ujar Irfan yang mengaku sangat kecewa.

Apalagi kita lihat selama proses persidangan Chandra pun kurang kooperatif dalam memenuhi panggilan sidang, jadi kenapa jaksa mempertimbangkan tuntutan hukuman sangat ringan.

“Untuk itu harapan terakhir adalah kepada majelis hakim, diminta berikanlah hukuman yang sesuai dengan tindakan yang dilakukan Chandra, yang tidak hanya telah menghilangkan nyawa seseorang akan tetapi juga telah merusak fasilitas gedung milik negara,” pinta Irfan. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: