Dana Disebut Melimpah, Rudolf ‘Guncang’ Bursa Pilkada Medan

MEDAN, MANDIRI

Ada gizi ada potensi, modal dengkul dijamin mandul. Jangan coba-coba masuk arena pilkada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, jika tidak memiliki amunisi atau gizi yang cukup. Bursa pilkada Medan 2010 pun seperti terguncang, begitu muncul desas-desus, Rudolf Pardede yang juga mantan Gubsu itu, telah menyiapkan dana tak kurang dari Rp75 M, untuk memuluskan langkahnya menjadi Walikota Medan.

Entah berkaitan dengan pesona dana wah itu, dukungan demi dukungan, baik yang bersifat personal maupun kelompok, mulai mengalir kepada tokoh yang satu itu. Memang sangat masuk akal bila Rudolf bisa menyiapkan dana begitu besar, karena sejak lama dia memang sudah dikenal luas sebagai orang berada. A rich man from a rich family, atau orang kaya dari keluarga berada.

Selain itu, mengingat Rudolf sebelumnya juga sudah ambil ancang-ancang untuk ikut dalam Pilgubsu lalu, hampir bisa dipastikan, dana yang seharusnya dia gunakan untuk itu, sebagian besar masih aman di dalam kas, bahkan sangat mungkin bertambah. Pertarungan memenangi satu kursi Dewan Perwakian Daerah (DPD) tentu saja tidak begitu signifikan dari segi pendanaan, untuk ukuran seorang Rudolf.

Selain itu, secara riil, Rudolf juga sudah melakukan “uji coba” politik, dan berhasil merebut hati setidaknya 250.000 orang warga Medan, dari total 650.000 suara yang diperolehnya saat pemilu legislatif 2009 lalu,

Orang bisa saja menyampaikan komentar miring terhadap langkah politik Rudolf ini, misalnya dengan menyebut seorang mantan Gubsu tidak semestinya mau “turun pangkat” menjadi Walikota Medan. Masalahnya, Rudolf sendiri barangkali berpikir, bagaimanapun turun pangkat masih lebih baik daripada tak berpangkat sama sekali. Masuk akal kan?

Soliditas Dukungan

Bicara pilkada, atau pemilihan bersifat langsung lainnya, tak bisa dilepaskan dari komposisi dukungan potensial. Suka atau tidak, politik aliran merupakan kenyataan yang harus diperhitungkan.

Selain dukungan dana yang lebih dari cukup, Rudolf bisa dipastikan akan memperoleh dukungan solid dari komunitas Kristen di Medan. Bila di sisi lain calon dari kalangan muslim muncul lebih dari satu, tentu saja suara akan terbagi kepada mereka, dan itu berarti jalan Rudolf ke Balaikota akan semakin lempang.

Beberapa pengamat politik lokal mengusulkan, sebaiknya kandidat dari kalangan muslim, sebaiknya dikerucutkan menjadi dua saja, yaitu Rahudman Harahap, yang sekarang menjadi Pj Walikota Medan, dan Dzulmi Eldin, yang berada di pos Sekda Kota Medan.

Jika sampai ambisi politik tidak bisa diredam, dan akhirnya suara harus didistribusikan kepada beberapa calon, sangat mungkin “sejarah” itu akhirnya akan tercipta, Gubsu menjadi Walikota. [toga nainggolan]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: