Terdakwa Protap Datumira Simanjuntak Divonis 7 Tahun Penjara

MEDAN, MANDIRI

Terdakwa Datumira Simanjuntak salah seorang aktor intelektual demo anarkis pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang sebelumnya dituntut 12 tahun penjara, akhirnya divonis majelis hakim diketuai Wahidin SH dengan hukuman 7 tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan pada sidang Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/12) siang, disebutkan terdakwa Datumira terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 dan 146 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sesuai dengan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, kedua terdakwa telah terbukti bersalah turut serta secara bersama-sama dengan massa Protap lainnya melakukan tindakan kekerasan mencerai beraikan sidang pripurna DPRD Sumut pada demo anarkis massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli tanggal 3 Februari 2009 di Gedung DPRD Sumut. Bahkan demo yang berakhir anarkis ini menewaskan Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta hukum yang terungkap di persidangan para terdakwa bersama massa Protap lainnya turut membubarkan sidang paripurna dewan pembuat undang-undang. Dimana saat itu sedang berlangsung sidang paripurna DPRD Sumut dipimpin Aziz Angkat. Namun baru saja satu agenda sidang, tiba-tiba masuk massa Protap ke ruang paripurna. Terdakwa turut menyampaikan orasi dan kemudian bersama-sama dengan pentolan Protap lainnya mendatangi Aziz Angkat minta pemekaran Protap segera disidangkan. Kalau tidak mereka akan mengadakan sidang rakyat untuk mengesahkan pembentukan pemekaran Protap.

Disamping itu massa mengancam anggota dewan jangan keluar ruang sidang seraya memporakporandakan meja, kursi dan melempari Aziz Angkat.

Akibatnya, sidang paripurna DPRD Sumut tidak dapat dilanjutkan, dan masssa Protap masuk ke ruang paripurna sambil meneriakkan yel yel hidup Protap dan Protap atau mati sembari mengusung peti mati. Setelah itu, Aziz Angkat jadi bulan-bulan massa Protap sampai korban lemas dan jatuh pingsan di halaman gedung DPRD Sumut. Akhirnya Aziz Angkat meninggal dunia setelah diperiksa medis di RS Gleani Medan pukul 12.55 WIB.

Berdasarkan visum et repertum RSU Pirngadi Medan, pada tubuh bagian dada korban Aziz Angkat ditemukan bekas benturan benda tumpul tepat di bagian jantung. Sementara korban selama ini diketahui penderita sakit jantung kronis.

Dari fakta hukum yang terungkap dipersidangan, majelis hakim menyatakan tidak sependapat dengan JPU yang menuntut terdakwa bersalah melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Majelis hakim menyatakan terdakwa Datumira terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 dan 146 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Maka setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim menghukum terdakwa Datumira pidana selama 7 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Atas putusan ini, Jaksa Penuntut Umum Anthony SH dan terdakwa maupun kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: