Kaukus Sumut Dibentuk

MEDAN, MANDIRI

Para politisi di DPR dan DPD RI bersama pengusaha asal Sumut di Jakarta dan sekitarnya sepakat untuk memperkuat peran untuk mendorong percepatan pembangunan Sumut dengan semangat Marsipature Hutana Be (MHB) bersama pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Sumut.

Komitmen itu terangkum dalam pertemuan terbatas Gubsu H Syamsul Arifin dengan sembilan anggota DPR-RI asal Sumut di Jakarta, Selasa (1/12), sekaligus disusun langkah-langkah strategis untuk pendeklarasian Kaukus Sumut yang direncanakan pertengahan Desember 2009 ini.

“Kaukus Sumut ini dharapkan menjadi wadah berhimpunnya para politisi lintas partai bersama pengusaha asal Sumut di Jakarta guna meningkatkan perekonomian serta mendorong percepatan pembangunan Sumut termasuk agar segala bantuan pemerintah pusat, baik dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana perimbangan dan bagi hasil kepada Sumut tidak ketinggalan jumlahnya dibanding daerah lain,” ujar Gubsu.

Pada kesempatan yang juga dihadiri Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM, Kepala Bappedasu Ir H Riadil Akhir Lubis, Assisten Ketataprajaan Hasiholan Silaen, Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP, Kabiro Otda Bukit Tambunan dan Kabiro Hukum H Abdul Jalil SH juga disepakati adanya Sekretariat Kaukus di Medan untuk menerima aspirasi dan pusat informasi yang menghubungkan Pemprov, Pemkab dan Pemko dengan DPR-RI, sekaligus menghimpun berbagai kajian atau studi pembangunan Sumut dari perguruan tinggi.

Sembilan anggota DPR-RI yang hadir yakni H Burhanuddin Napitupulu (FG), H Chairuman Harahap (FG), Panda Nababan (F-PDIP), Ansory Siregar (F-PKS), Harry L Siregar (F-Hanura), H A Wahab Dalimunthe SH (FD), Ali Wongso Sinaga (FG), Ruhut Sitompul SH (FD) dan Sutan Batoegana MM (FD).

Gubsu mengemukakan sesungguhnya Sumut punya kekuatan besar, tetapi selama ini belum dioptimalkan. Dengan komitmen kebersamaan ini optimis potensi itu akan lebih maksimal pendayagunaannya. “Mari kita sama-sama memajukan Sumut tanpa memandang latar belakang maupun ’baju’ atau bendera politik,” ujarnya.

Gubsu mengemukakan dibanding provinsi lain dari segi pendapatan yang bersumber dari penerimaan negara Sumut selalu di atas 10 besar misalnya dana perimbangan nomor urut 10, pendapatan dan belanja nomor 12, bagi hasil nomor 12 dan total pendapatan nomor 15.

“Artinya, penerimaan Sumut dari pemerintah pusat relatif rendah, padahal kontribusi Sumut untuk nasional cukup besar,” ujarnya seraya mengharapkan inilah antara lain peran Kaukus sekaligus bersatu menyusun skala prioritas.

Politisi yang hadir antara lain Panda Nababan dan Ali Wongso mengemukakan pada tahun anggaran 2010 pasca national summit anggaran tambahan APBN untuk Sumut semula Rp600 miliar menjadi Rp2,1 triliun dan ini perlu dikawal oleh anggota DPR-RI. Selain itu juga pengembangan listrik masuk desa, tambahan anggaran pembangunan jalan dan pembebasan lahan untuk tol Medan-Binjai dan Medan-Tebing Tinggi tahun 2010 diharapkan selesai yang dana pembangunan tolnya sudah dianggarkan pemerintah pusat. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: