Aktor Intelektual Demo Anarkis Protap Chandra Panggabean Dituntut 12 Tahun Penjara

MEDAN, MANDIRI

Setelah beberapa kali terdakwa Chandra Panggabean tidak berhasil didudukkan di kursi pesakitan, akhirnya pada sidang yang digelar Rabu (2/12), Jaksa Penuntut Umum berhasil membacakan tuntutan terhadap Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) tersebut, walaupun terdakwa terus terbaring di kursi panjang pengunjung didampingi keluarganya.

PERIKSA KESEHATAN. Tim Dokter RS Bhayangkara memeriksa kesehatan Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli Chandra Panggabean di PN Medan, Rabu (2/12). Berdasarkan pemeriksaan, Chandra dinyatakan sehat. Chandra akhirnya dituntut 12 tahun penjara. (foto: mandiri/alian nafiah siregar)

Pasalnya, tim dokter RS Bhayangkara Brimob Medan yang turut ke PN Medan, setelah memeriksa kesehatan terdakwa di ruang sidang menyatakan terdakwa dalam kondisi sehat dan layak untuk disidangkan.

Sehingga kendati tim kuasa hukum terdakwa memprotes hakim dan JPU, namun majelis hakim diketuai Kusnoto SH tetap melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Berhubung terdakwa Chandra tetap ngotot tidak mau duduk di kursi pesakitan, akhirnya majelis hakim menskor sidang satu setengah jam untuk memberi kesempatan kepada JPU langsung membacakan nota tuntutan hari itu juga.

“Karena saudara terdakwa tidak mau menggunakan haknya dalam agenda pemeriksaan terdakwa, maka sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan. Dan untuk itu sidang diskor selama satu setengah jam,” kata hakim Kusnoto.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Amlizar Tahar SH, Nilma Lubis SH dan Anthony SH, menuntut terdakwa aktor intelektual demo anarkis Protap Chandra Panggabean selama 12 tahun penjara, karena terbukti melanggar pasal 340 dan pasal 146 jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Menurut JPU, berdasarkan bukti dan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, terdakwa Chandra jelas terbukti turut serta dalam perbuatan tindak pidana pembunuhan berancana terhadap korban Abdul Aziz Angkat selaku Ketua DPRD Sumut pada demo anarkis massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli tanggal 3 Februari 2009 di Gedung DPRD Sumut.

Terdakwa juga terbukti bersalah turut serta secara bersama-sama dengan massa Protap lainnya melakukan tindakan kekerasan mencerai beraikan sidang paripurna DPRD Sumut, dimana pada hari itu sedang menggelar tiga agenda sidang.

Dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dipersidangan mengatakan bahwa terdakwa juga memaksa dan mengancam Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat agar segera memparipurnakan agenda pembentukan Protap dan menanda tanganinya.

Namun Aziz Angkat tidak mau mengabulkan permintaan tersebut, dan langsung meninggalkan para terdakwa.

Melihat Aziz Angkat coba menghindar, terdakwa Chandra Panggabean berteriak “Tangkap-tangkap, bunuh-bunuh”.

Bahkan, pada saat Aziz Angkat dalam keadaan kritis, Chandra bersama Juhal Siahaan mengatakan, “Kalau diteken tadi, tentu tidak seperti ini kejadiannya”.

Kemudian berdasarkan visum et repertum RSU Pirngadi Medan, pada tubuh bagian dada korban Aziz Angkat ditemukan bekas benturan benda tumpul tepat di bagian jantung. Sementara korban selama ini diketahui penderita sakit jantung.

Maka berdasarkan pertimbangan dari keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang terungkap dipersidangan ini, JPU menuntut terdakwa Chandra Panggabean supaya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Usai tuntutan dibacakan, maka majelis hakim yang terdiri dari ketua Kusnoto SH dan anggota Asmui SH, Kadarusman SH menunda sidang hingga Jumat (4/12) untuk mendengarkan pembelaan penasehat hukum terdakwa. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: