Chandra Panggabean Pingsan di Pengadilan

MEDAN, MANDIRI

Setelah dibantar, Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) GM Chandra Panggabean, Senin (30/11) dibawa kembali ke Pengadilan Negeri Medan untuk disidangkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Saat persidangan berlangsung, Chandra tiba-tiba jatuh pingsan.

TERDAKWA PROTAP. Ketua Panitia Pembentukan Protap GM Chandra Panggabean berbaring di pangkuan istrinya, Roslina Br Marpaung di kursi pengunjung PN Medan, Senin (30/11). (foto: mandiri/alian)

Dengan dikawal ketat pihak kepolisian, mobil tahanan yang membawa terdakwa Chandra tiba di halaman PN Medan sekitar pukul 16.30 WIB.

Namun ketika berada di ruang sidang, tiba-tiba terdakwa lemas dan terpaksa dibaringkan di kursi panjang pengunjung, sehingga membuat suasana sedikit geger dan menarik perhatian pengunjung sidang.

Dalam kondisi terdakwa yang terbaring di kursi panjang, majelis hakim diketuai Kusnoto SH menyatakan sidang dibuka untuk umum.

Sikap majelis hakim yang membuka persidangan ini, sempat mendapat protes dari Olga Harianja SH selaku kuasa hukum terdakwa.

Protes kuasa hukum terdakwa tersebut, disambut hakim Kusnoto dengan menyatakan bahwa majelis hakim hanya akan membacakan penetapan.

Majelis hakim yang diketuai Kusnoto dalam penetapannya menyatakan memindahkan lokasi penahanan terdakwa Chandra dari Rutan Tanjung Gusta Medan ke Rutan Polda Sumut.

“Mengingat terdakwa tidak kooperatif dan pihak Rutan Tanjung Gusta Medan tidak mampu untuk mengeluarkan terdakwa dari ruang tahanan untuk menghadiri persidangan, maka tahanan terdakwa Chandra Panggabean dipindahkan dari Rutan Tanjung Gusta Medan ke tahanan Polda Sumut,” kata Kusnoto.

Juga dalam penetapan itu disebutkan, bahwa terdakwa Chandra pada 24 November 2009 sempat dibantar karena depresi berat dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut. Sejak 26 November 2009 telah kembali ke Rutan Tanjung Gusta, sehingga pembantarannya dicabut.

Usai pembacaan penetapan hakim itu, terdakwa Chandra Panggabean yang berada di kursi pengunjung langsung muntah-muntah dan jatuh pingsan.

Sementara itu keluarga terdakwa tampak sangat keberatan dengan kondisi Chandra akibat disidangkan hari itu, sehingga merasa penetapan majelis hakim tersebut melanggar HAM.

Sementara itu hingga pukul 19.00 WIB mobil tahanan kejaksaan dengan nomor polisi BK 9673 YX bersiaga di depan halaman PN Medan dengan pengawalan tiga mobil patroli polisi. Mobil ambulan milik RS Islam Malahayati dengan nomor polisi B 9067 XT juga terlihat siaga di depan pintu PN Medan. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: