Peserta Gagal Ujian CPNS Demo ke Kantor Walikota dan DPRD T Tinggi

TEBINGTINGGI, MANDIRI

Penyelenggaraan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Tebingtinggi menimbulkan aksi unjukrasa. Puluhan peserta yang gagal ikut ujian demo ke Kantor Walikota dan DPRD Kota Tebingtinggi di Jalan Sutomo, Rabu (25/11). Unjukrasa dilakukan karena mereka tidak dapat mengikuti proses ujian walau sudah memiliki nomor ujian.

Pendemo membawa sejumlah poster yang ditulis di atas karton, puluhan peserta unjuk rasa melakukan orasi di muka Kantor Walikota Tebingtinggi. Dalam orasinya, puluhan peserta ujian CPNS ini meminta agar ujian dibatalkan serta Kepala BKD Kota Tebingtinggi dicopot dari jabatannya karena tidak becus dalam mengurusi pelaksanaan ujian CPNS di kota itu.

Koordinator Aksi demo Yusnul Arifin kepada wartawan mengutarakan, mereka melakukan unjukrasa karena hak mereka untuk mengikuti ujian tidak diberikan, padahal segala persyaratan sudah mereka penuhi dan miliki. “Kami merasa kecewa dengan panitia seleksi ujian CPNS Tebingtinggi karena hak kami untuk ikut ujian tidak diberikan, padahal semua syarat-syarat sudah kami penuhi,” katanya.

Usai melakukan orasi, lima orang perwakilan pengunjukrasa diterima anggota DPRD diruang rapat anggota dewan antara lain, H Syamsul Bahri (PKPB), H Syahrial Malik, Mahyan Zuhri Efendi (Golkar), Zulfikar (PKS), H Wan Gunadi (Golkar), Murli Purba serta A Waris dari PDI-P. Dalam pertemuan itu, dewan berjanji akan menindaklanjuti dan memanggil Kepala BKD Kota Tebingtinggi untuk dimintai penjelasannya.

Selain diwarnai aksi unjuk rasa, proses ujian CPNS di kota ini juga diwarnai dengan tertundanya pelaksanaan ujian yang berlokasi di SMA Negeri 3 Jalan KL Yos Sudarso hingga dua jam, dimana pelaksanaan ujian yang seyogiyanya dilaksanakan pukul 9.00 WIB molor menjadi pukul 11.00 WIB akibat soal terlambat datang.

Sekdako Tebingtinggi H Irham Taufik SH saat dikonfirmasi wartawan disela-sela peninjauan mengatakan, kejadian ini merupakan hal yang lumrah, karena Tebingtinggi merupakan satu-satunya kota yang menerima tamatan SMA dan pesertanya pun cukup besar. “Kendala seperti ini hal yang wajar terjadi, apalagi Kota Tebingtinggi satu-satunya yang menerima tamatan SLTA sederajat dan pesertanya pun membludak.” [edh]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: