Akibat Miliki Ijazah Bermasalah, 575 Lulusan UISU ‘Serbu’ Kampus V & VI

MEDAN, MANDIRI

Sedikitnya 575 lulusan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) sudah mendatangi Kampus V di Jalan Puri dan Kampus VI di Jalan Karya Bakti, Medan, untuk meminta pergantian Ijazah bermasalah karena dikeluarkan dan ditandatangani oleh orang-orang yang selama ini mengaku dirinya seolah-olah Rektor UISU, yakni Prof Djanius Djamin, Ir H Basyaruddin dan dr Chairul M Mursin.

Bahkan ke-575 lulusan UISU itu telah melaporkan kepada masing-masing fakultas agar ijazah yang mereka miliki segera diganti, sebab ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani Djanius Djamin, Basyaruddin dan Chairul Mursin ditolak atau tidak diterima oleh instansi pemerintah dan swasta disebabkan keabsahan ijazahnya telah diragukan.

Ketika kasus ijazah bermasalah tersebut dipertanyakan kepada sejumlah pimpinan Fakultas. Sebagian Dekan Fakultas UISU membenarkan adanya para lulusan meminta ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Djanius Djamin, Basyaruddin dan Chairul Mursin, untuk segera dapat diganti dengan ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Rektor UISU yang sah H Usman SE MSi.

“Memang benar, ada para lulusan UISU sangat menginginkan ijazah yang mereka miliki dapat diganti dengan ijazah yang jelas keabsahannya, yakni ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Rektor UISU H Usman SEMSi dan Dekan Fakultas yang sah,” kata Dekan Fakultas Teknik UISU Ir Marwan Lubis MT ketika ditemui wartawan, Jumat (20/11) di Kampus VI UISU Jalan Karya Bakti, Medan.

Dikemukakan Marwan Lubis, rata-rata lulusan UISU yang punya ijazah ditandatangani Djanius Djamin, Basyaruddin dan Chairul Mursin ditolak atau tidak diterima di Aceh. Sejumlah Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumut juga menolak berkas CPNS dari lulusan UISU yang tidak jelas keabsahan ijazahnya, diantaranya Asahan, Langkat, Kota Medan, Binjai dan Tebing Tinggi.

“Hanya lulusan UISU yang memiliki ijazah yang sah ditandatangani oleh Rektor UISU H Usman SE MSi yang diterima oleh pemerintahan di NAD dan seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang jumlah lulusan dari Fakultas Teknik yang mengajukan pergantian ijazah, Marwan menjelaskan, sampai saat ini ada 78 orang lulusan FT dari berbagai jurusan melapor dan meminta pergantian ijazah. “Saat ini pergantian ijazah tersebut masih dalam proses,” ujarnya.

Sedangkan Dekan Fakultas Ekonomi UISU H Misri SE MSi mengemukakan, lulusan FE UISU yang sudah melapor dan sangat menginginkan pergantian ijazah berjumlah 235 orang. Dari jumlah itu, ijazah yang sudah selesai diganti berjumlah 10, sedangkan yang lainnya masih dalam proses.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran UISU dr Aswin Soefi Lubis didampingi dr Joeseof Simbolon memaparkan, sekitar 215 lulusan FK UISU sudah datang dan bermohon agar ijazah yang ditandatangani Djanius Djamin, Basyaruddin dan Chairul Mursin dapat segera diganti dengan ijazah yang sah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Rektor UISU H Usman SE MSi.

“Dari jumlah itu, pergantian ijazah yang sudah sangat mendesak untuk dilakukan pergantian berjumlah 95 lulusan. Sebab, ke-95 lulusan FK UISU ini sedang mengikuti ujian seleksi untuk mendapatkan surat tanda register (STR),” ujar Aswin.

Dikatakan Dekan FK UISU, apabila 95 lulusan FK UISU yang diberi kesempatan untuk mengikuti ujian tidak segera melakukan pergantian ijazah yang cacat hukum atau ijazah bermasalah, maka ijazah lulusan FK UISU ditolak oleh Kolegium Kedokteran Indonesia (KKI), sehingga surat tanda register (STR) tidak dikeluarkan.

Karena itu, kepada seluruh lulusan FK UISU diimbau untuk segera melaporkan diri dan mengajukan pergantian ijazah yang sah ditandatangani oleh Rektor UISU H Usman SE MSi dan Dekan FK UISU Aswin Soefi Lubis.

Pada kesempatan lain, Dekan FISIP UISU Drs H Almatsyah MA mengemukakan, sedikitnya sudah 55 lulusan FISIP mendatangi biro fakultas dengan tujuan meminta pergantian ijazah bermasalah.

“Para lulusan FISIP mengakui merasa sangat dirugikan dengan memegang ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Djanius Djamin, Basyaruddin dan Chairul Mursin dan Pj Dekan FISIP, karena berkas lamaran CPNS mereka ditolak. Sebab, Pemkab dan Pemko se Sumut yang menerima CPNS hanya mengesahkan dan memproses berkas CPNS lulusan UISU yang memiliki Ijazah yang sah ditandatangani oleh Rektor UISU H Usman SE MSi dan Dekan FISIP Drs Almatsyah MA,” ujar Yanhar.

Secara terpisah, Rektor UISU H Usman SE MSi yang ditemui seusai Shalat Jumat di Masjid Agung menjelaskan, proses pergantian ijazah yang bermasalah itu akan secepatnya diproses oleh masing-masing fakultas, paling lama dua hari proses pergantian ijazah lulusan UISU sudah selesai dan tuntas.

Karena itu, kata Rektor UISU, para lulusan UISU yang ingin mengajukan pergantian ijazah tidak akan dipersulit, asalkan proses mekanisme yang baku dilengkapi oleh para lulusan.

“Mekanisme baku proses pergantian ijazah berdasarkan perintah Mendiknas RI dan Gubernur Sumut adalah para lulusan harus melengkapi skripsi asli, ijazah asli, transkrip nilai dan buku wisuda serta dilakukan judicium ulang,” jelas Usman. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: