Mahasiswa UISU Demo Kopertis

MEDAN, MANDIRI
Puluhan mahasiswa UISU dipimpin Presiden Mahasiswa UISU Irwansyahputra Nasution melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kopertis Wilayah I Aceh dan Sumut meminta agar kegiatan akademik di Kampus UISU Al Munawaroh dipimpin Rektor dr Chairul Mursin segera dieksekusi dan diserahkan kepada Rektor UISU yang sah H Usman SE MSi.
Dalam orasinya di halaman Kantor Kopertis Wilayah I, Jumat (20/11), Irwansyah meminta Kopertis menunjukkan taringnya dengan sikap yang jelas untuk segera mengeksekusi kegiatan akademik yang saat ini berlangsung di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan dan menyerahkannya kepada Rektor yang sah yakni H Usman SE MSi.
“Kopertis jangan membiarkan kebohongan terjadi di UISU sudah banyak rakyat yang menjadi korban yakni 6000 ijazah alumni UISU saat ini bermasalah karena ditandatangani oleh pihak yang tidak sah. Oleh karena itu untuk menyelamatkan UISU maka segera dilakukan eksekusi kegiatan akademik di UISU Al Munawaroh dan diserahkan kepada Rektor H Usman SE MSi,” ujar Irwansyah.
Irwan mengungkapkan konflik UISU yang terjadi pada tahun 2006 tepatnya bulan Desember telah memasuki ranah hukum dari Pengadilan Negeri sampai dengan Mahkamah Agung yang pada akhirnya keluarlah putusan MA Nomor: 150/K/TUN/2008 tanggal 16 Februari 2009, yang amar putusannya bahwa yayasan yang berhak (sah) melakukan proses pengelolaan administrasi dan akademik adalah yayasan yang dipimpin oleh Pembina Hj Sariani AS, Ketua Yayasan Prof Usman Pelly dan Rektor H Usman SE Msi.
Keabsahan (legalitas) mereka juga diperkuat dengan keluarnya surat Dirjen AHU Departemen Hukum dan HAM Nomor: C.HT.01.08-418 tanggal 3 April 2007 perihal penegasan Yayasan UISU yang sah yaitu yayasan yang dipimpin Pembina Sariani AS. Ditambah lagi dengan surat Mendiknas Nomor 131/MPN/DT/2009 tanggal 11 September 2009 tentang rektor yang sah adalah H Usman SE MSi.
“Tetapi kenapa sampai sekarang masih ada oknum oknum yang mengatasnamakan Yayasan UISU dan Rektor UISU yang menjalankan proses akademik dan pengelolaan keuangan sementara mereka tidak memiliki legalitas hukum untuk melakukan itu, “ujar Irwasnyah.
Irwansyah menambahkan sudah banyak mahasiswa yang dirugikan oleh oknum yang tidak memiliki hak (illegal) untuk melakukan pengelolaan keuangan dan akademik sehingga dampaknya kurang lebih 6.000 ijasah UISU yang diwisuda oleh Prof Djanius Djamin, Prof Basyaruddin dan dr Chairul Mursin ditolak oleh instansi pemerintah maupun swasta. Seharusnya Muspida dalam hal ini Gubernur, Kapolda, Kajati dan Kopertis harus berani menegakkan hukum karena sesuai dengan UUD 1945 pasal 1 ayat 3 bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan hukum, jadi apalagi yang ditunggu. Apakah harus menunggu lebih banyak lagi mahasiswa dan alumni yang dirugikan.
“Saat ini masih ada 5.000 mahasiswa di Kampus UISU Al Munawaroh yang bakaln menjadi korban berikutnya. Apakah ini terus dibiarkan,” ujar Irwasnyah.
Usai melakukan orasi sejumlah perwakilan PEMA UISU yang dipimpin oleh Irwansyahputra Nasution diterima oleh pihak Kopertis guna menerima aspirasi mahasiswa tersebut. [adi]

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: