Chandra Panggabean Stress Hadapi Tuntutan

MEDAN, MANDIRI

Untuk ketiga kalinya, terdakwa kasus demo anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) Ir GM Chandra Panggabean tidak hadir, membuat geram majelis hakim yang dipimpin Kusnoto SH geram.

Dalam sidang PN Medan, Kamis (19/11), hakim Kusnoto SH meminta Jaksa Penuntut Umum Amrizal SH dan Nilma SH untuk dapat menghadirkan Chandra pada Senin (23/11) guna persidangan lanjutan.

Dalam sidang itu, Kusnoto juga mengatakan pihaknya akan mempercepat persidangan, mengingat akan habisnya masa tahanan Chandra Panggabean yang jatuh pada 5 Desember mendatang.

“Kita terpaksa mempercepat persidangan, karena masa penahanan terdakwa akan habis pada 5 Desember mendatang,” ungkap Kusnoto.

Seperti diketahui, pihak PN Medan akan segera mengestafetkan pengadilan terhadap terdakwa Chandra pada Senin (23/11) hingga Jumat (28/11) mendatang.

Sementara itu Dr MS Siregar dari Rumah Sakit Rutan Tanjung Gusta Medan yang juga dimintai majelis hakim keterangannya seputar kesehatan Chandra mengatakan terdakwa Chandra secara fisik layak untuk hadir dalam persidangan. Namun dikarenakan akan menghadapi agenda tuntutan, terdakwa Chandra mengalami stress sehingga perlu menenangkannya dalam beberapa hari ini.

“Maka dalam sidang yang akan datang diperkirakan terdakwa dapat dihadirkan dipersidangan,” kata MS Siregar pada wartawan usai sidang.

Enggan Ambil Paksa

Terkait ketidakhadiran terdakwa kasus demo anarkis pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) Chandra Panggabean yang diduga depresi, dalam sidang lanjutan di PN Medan, Kamis (19/11) Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Herdi mengungkapkan jika dirinya tak mau mengambil resiko.

“Kita tak mau mengambil resiko dengan mengambil paksa terdakwa dari rutan. Kita Mengkhawatirkan adanya pemberontakan sehingga mengganggu kekondusifan rutan,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal dugaan stress yang dialami Chandra, Herdi mengaku kalau setiap tahanan atau terdakwa bisa mengalami tekanan mental jika akan menghadapi persidangan atau tuntutan. Dan itu merupakan hal biasa. “Itu hal biasa, setiap tahanan yang akan menghadapi persidangan,” ucapnya. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: