3 Pentolan Demo Protap Dituntut 35 Tahun Penjara

MEDAN, MANDIRI

Tiga aktor intelektual (pentolan) demo anarkis pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) yang berbuntut dengan meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat dituntut JPU supaya dijatuhi hukuman selama 35 tahun penjara.

Ketiga terdakwa yaitu Jhon Haidel Samosir, Datumira Simanjuntak dan Hasudungan Butar-butar dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 340, 146 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam sidang terpisah yang digelar Pengadilan Negeri Medan, Kamis (19/11), Jaksa Penuntut Umum P Tumanggor SH dihadapan majelis hakim diketuai Yuferry F Rangka SH telah menuntut terdakwa Jhon Haidel Samosir supaya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Di ruang sidang lainnya, pada sidang yang dipimpin hakim Kusnoto SH, terdakwa Datumira Simanjuntak dituntut JPU Amardi P Barus SH dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Kemudian pada sidang yang digelar majelis hakim diketuai Kaswanto SH, JPU Irma Hasibuan SH menuntut terdakwa Hasudungan Butar-butar dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Dalam surat dakwaannya, JPU menyebutkan pada aksi demo pendukung pembentukan Protap tanggal 3 Februari 2009 dimana para terdakwa turut serta didalamnya telah terjadi perbuatan melawan hukum berupa pengrusakan, penggembokan pintu dan pemukulan terhadap Ketua DPRD Sumut A Azis Angkat.

Akibat tekanan fisik yang dilakukan para pendemo termasuk ketiga terdakwa, telah mengakibatkan tewasnya A Azis Angkat saat diberi pertolongan medis di Rumah Sakit Gleni Medan.

Menurut JPU, bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, jelas terbukti para terdakwa telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan juga secara bersama-sama dengan massa Protap lainnya melakukan tindakan kekerasan mencerai beraikan sidang paripurna DPRD Sumut pada demo anarkis massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli tanggal 3 Februari 2009 di Gedung DPRD Sumut.

Dengan terbuktinya unsur dakwaan pasal 340 dan pasal 146 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tersebut, maka setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan, akhirnya terdakwa Jhon Haidel Samosir dan Datumira Simanjuntak dituntut masing-masing 12 tahun penjara dan terdakwa Hasudungan Burat-butar selama 11 tahun penjara dikurangi selama bnerasa dalam tahanan.

Untuk mendengarkan pembelaan kuasa hukum terdakwa, sidang diundurkan sampai Selasa mendatang. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: