Konflik Internal DPRD Medan Sebatas Tugas Dalam Kota?

MEDAN, MANDIRI

Gedung DPRD Medan kembali sepi. Hampir seluruh anggota dewan berangkat ke luar kota. Ada yang ke Bali, Surabaya dan Jakarta.

Sejak awal pekan ini secara berjamaah anggota DPRD Medan berangkat ke luar kota. Rombongan pertama berangkat, Senin (16/11) dengan tujuannya Surabaya dan Bali. Mereka ke sana untuk mengikuti bimbingan teknis (Bintek). Sedangkan rombongan berikutnya berangkat, Rabu (18/11). Alasannya melakukan konsultasi ke Depdagri.

Selama dua bulan bertugas sebagai anggota DPRD Medan, tugas paling nyata dilakukan anggota dewan adalah melakukan perjalanan ke luar kota. Yakni melakukan Bintek. Seluruh anggota sudah melakukan perjalanan ke luar daerah.

Sementara untuk agenda kerja komisi-komisi sampai sekarang belum ada yang tersusun. Kalaupun ada masih bersifat menampung aspirasi saja. Belum ada tindak lanjutnya.

Contoh paling konkrit ada masalah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sama sekali tidak menjadi perhatian Komisi A. Belum ada agenda komisi ini untuk menampung berbagai macam keluhan pelamar CPNS.

Mulai dari banyaknya isu calo, belum terdistribusinya nomor ujian ke peserta, sampai kepada jaminan penerimaan CPNS bersih dari unsur KKN.

Sebaliknya, Komisi A lebih memilih untuk berangkat ke Jakarta, melakukan konsultasi dengan Depdagri. Seluruh anggota komisi ini berbondong-bondong berangkat, dengan alasan tugas penting. Yakni untuk mengkonsultasikan masalah pilkada.

Dengan berangkatnya personil Komisi A, praktis hampir seluruh anggota dewan berangkat ke luar kota. Kalaupun ada yang tinggal, hanya beberapa orang saja, yang umumnya anggota Komisi D. Tapi mereka juga tidak berada di tempat. Sejak Rabu pagi, ruangan Komisi D kosong. Tidak ada kegiatan di sana.

Ketua Komisi A Landen Marbun kepada wartawan, mengakui agenda komisi yang belum berjalan. Alasannya, karena menyangkut pimpinan dewan.

Sebenarnya, kata Landen, komisi yang dipimpinnya telah mengagendakan beberapa kegiatan. Tapi setiap surat masuk, ditolah oleh pimpinan dewan. Alasannya, Ketua DPRD belum mengakui pimpinan komisi-komisi.

Untuk penerimaan CPNS, menurut Landen, juga sudah diagendakan. Yakni Komisi A berencana melakukan rapat dengar pendapat dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan. “Tapi surat mengundang BKD tidak ditandatangani Ketua,’’ katanya.

Begitu juga dengan kegiatan lain. Menurut Landen, pihaknya sudah mengagendakan untuk mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyangkut masalah pilkada.

Tentang tugas luar kota? Landen, tidak menjawabnya dengan tegas. Dia hanya mengatakan konsultasi ke Depdagri juga penting, karena pelaksanaan Pilkada Medan sudah semakin dekat. Tapi dia tidak menjawab ketika disebutkan bahwa konflik dengan pimpinan hanya terjadi untuk tugas dalam kota. Sedangkan untuk tugas luar kota semuanya sepakat. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: