Bawaslu Bisa Menetapkan Panwaslu Menjadi Panwaslukada

MEDAN, MANDIRI

Hasil pertemuan antara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menyepakati mendukung Peraturan Bawaslu No 15 Tahun 2009 yang intinya Bawaslu bisa menetapkan Panwaslu menjadi Panwaslukada.

Hal itu disampaikan Ketua Panwaslu Sumut Ikhwaluddin Simatupang SH MHum melalui telepon, Selasa (17/11) saat mengikuti pertemuan Bawaslu dan Panwaslu di Batam. Ikhwal menjelaskan dalam pertemuan itu juga diimbau agar Panwaslu tidak mendaftarkan diri ke KPU untuk mengikuti seleksi sebagai Panwaslukada sebab dalam waktu dekat Bawaslu akan mengeluarkan SK dan melantik Panwaslu menjadi Panwaslukada yang daerahnya akan melaksanakan Pilkada.

“Saya memang mengusulkan dan meminta agar Bawaslu segera mengeluarkan SK penetapan Panwaslu menjadi Panwaslukada bahkan melantiknya satu bulan sebelum pelaksanaan Pemilukada di sejumlah daerah ini dilaksanakan sebab hal itu merupakan aturan yang sudah digariskan,” ujar Ikhwal.

Ikhwal menjelaskan ketidakikhlasan KPU untuk menerima Panwaslu menjadi Panwaslukada merupakan hal yang mengada-ngada sebab dalam prakteknya Panwas Pilkada sudah pernah ditetapkan sebagai Panwaslu hal itu terjadi dengan Panwas Pilkada Paluta dan Palas yang ketika itu ditetapkan sebagai Panwaslu Palas dan Paluta oleh Bawaslu dan KPU dan ini tidak menimbulkan permasalahan.

“Nah mengapa ketika Panwaslu akan dijadikan Panwaslukada KPU terkesan tidak menerima ini dengan alasan tidak sesuai dengan undang-undang. Kalau KPU mempermasalahkan hal ini dan menganggap itu cacat hukum maka hasil Pemilu legislatif dan presiden yang dilaksanakan April dan Juli 2009 lalu khususnya di daerah Paluta dan Palas adalah cacat hukum,” sebut Ikhwal.

Ketika ditanya apakah anggota Panwaslu yang sudah mendaftar ke KPU untuk mengikuti seleksi Panwaslukada merupakan sebuah bukti pembangkangan terhadap lembaga, Ikhwal menjelaskan tidak seperti itu namun kejadian itu merupakan sebuah bentuk ketikdayakinan terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh atasan dari lembaga tersebut.

Sementara itu Anggota Panwaslu Kota Medan yang sudah mendaftarkan diri ke KPU Medan untuk mengikuti seleksi Panwaslukada Kota Medan, Zainuddin SAg mengaku was-was atas hasil pertemuan di Batam tersebut namun dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu atas sikap yang diambilnya.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu atas semua persoalan ini bahwa saya mendaftarkan diri ke KPU Medan merupakan hak saya sebagai warga negara Indonesia,” ujar Zainuddin. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: