Hakim Usir Advokat Refman Basri Dari Ruang Sidang

MEDAN, MANDIRI
Advokat Refman Basri SH MBA, yang sedang mendampingi kliennya terdakwa San Smith terpaksa harus keluar ruang sidang PN Medan, Senin (16/11), karena dinilai majelis hakim diketuai Panusuan Harahap SH MH tak pantas jadi penasehat hukum terdakwa, karena advokat ini juga menjadi saksi dalam perkara tersebut.
Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara terdakwa Notaris San Smith SH ini yang juga Ketua PN Medan dengan lantang mempersilahkan advokat yang membuka kantor di Jalan Kejaksaan Medan ini, “angkat kaki” dari ruangan sidang utama.
Dengan menahan rasa malu karena dilihat sejumlah pengunjung sidang, advokat Refman Basri SH MBA langsung mengemasi berkas-berkas di depan meja dan memasukkannya ke dalam tas kemudian berdiri dan meninggalkan ruang sidang dan kliennya San Smith SH.
Peristiwa yang baru pertama kali terjadi di PN Medan terjadi saat digelar sidang lanjutan perkara keterangan palsu dan pemalsuan surat (akta) dengan terdakwa Notaris San Smith SH dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban Ir Dulang Martapa.
Saat saksi menjelaskan bahwa pada 27 Juni 2008 sekira pukul 17.00 WIB, Tony Wijaya menghubungi saksi agar datang ke kantor Notaris San Smith SH untuk menindaklanjuti Akta Perjanjian Pendahuluan Untuk Jual Beli Nomor 138 saksi datang bersama Efrin Jamal Lubis, M Syahruzal Matondang dan ade Kurnia Harahap kemudian bertemu Tony Wijaya, Cindy, Refman Basri, Hendra Gunawan, Surajin, Aliwijaya, Sartika Bori Peranginangin dan Suhartika Agustina Samosir.
Selanjutnya disepakati untuk melakukan dan membuat Akta Pengikatan Diri Untuk Melakukan Jual Beli yang diberi Nomor 165 dihadapan Notaris San Smith SH. Jika dalam Akta 138 pembeli adalah Alwijaya maka dalam Akta 165 pembeli adalah Tony Wijaya, Cindy, Refman Basri, Hendara Gunawan dan Sujarni dari PT Mega Residen.
Ketika mendengar saksi menyebut nama Refman Basri tersebut, Ketua Majelis Hakim langsung mengklarifikasi nama tersebut dan advokat Refman Basri SH MBA mengaku bahwa nama tersebut adalah dirinya. Serta menjelaskan bahwa kedudukannya dalam jual beli sebagai salah satu Direktur di PT Mega Residen. Dalam dakwaan JPU, advokat Refman Basri SH MBA juga dijadikan sebagai salah seorang saksi.
Mengetahui adanya keterlibatan Advokat Refman Basri SH MBA dalam perkara tersebut, Ketua Majelis Hakim Drs Panusunan Harahap SH MH langsung mengultimatum advokat Refman Basri agar mengundurkan diri sebagai Penasehat Hukum terdakwa Notaris San Smith SH karena tidak boleh “rangkap jabatan” sebagai Saksi dan Penasehat Hukum.
Advokat Refman Basri SH MBA coba menjelaskan kepada Ketua Majelis Hakim bahwa dirinya sudah mengundurkan diri sebagai saksi. Namun, alasan itu tidak dapat diterima Ketua Majelis Hakim.
“Saksi merupakan kewajiban bukan hak. Bila menolak menjadi saksi bisa dipidana,” kata Panusunan.
Saat Refman meminta kepada Majelis Hakim agar memperlihatkan ketentuannya, Ketua Majelis Hakim mengatakan “Nanti kita beritahu kepada anda. Silahkan tinggalkan ruangan persidangan ini,“ ujar Panusunan.
Tanpa membuang waktu Advokat Refman Basri SH MBA langsung bergegas meninggal ruang sidang.
Advokat Refman Basri SH MBA yang dikonfirmasi wartawan mengatakan berdasarkan pasal 170 KUHAP karena jabatan boleh mengundurkan diri sebagai saksi.
“Kalau Majelis berkata lain, apa boleh buat. Mereka kan yang berhak,” ujarnya sembari membantah jika dirinya diusir Majelis dari ruangan persidangan. [mad]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: