Amru dan Muhyan Masuk Bursa Ketua Golkar Sumut

MEDAN, MANDIRI
Penonaktifan Ali Umri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara nampaknya sudah final. Informasi yang diperoleh tadi malam menyebutkan dalam rapat DPP telah diputuskan Umri dinonaktifkan karena Umri dinilai tidak mematuhi isi peringatan ketiga yang deadlinennya jatuh Minggu (15/11).
SK penonaktifan itu tinggal menunggu kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang berada di Lampung. “Besok Ketua Umum pulang (maksudnya hari ini, Selasa 17/11) dan SK nonaktif akan ditandatangani,” kata sumber Mandiri, Senin (16/11).
Ditambah dengan sudah ditetapkannya tanggal 23-24 November mendatang Golkar Sumut akan melaksanakan Musda, maka otomatis situasi ini semakin menghangatkan bursa Ketua Golkar Sumut. Kini nama yang disebut-sebut akan maju adalah Ketua DPD Golkar Mandailing Natal (Madina) Amru Daulay yang juga Bupati Madina dan Muhyan Tambuse, mantan Sekda Provinsi Sumut. Amru konon sudah mendapat angin karena orang-orang setia pada Umri sepakat untuk mendukungnya dalam Musda mendatang.
Selama ini Amru memang dikenal sebagai orang Golkar yang karatan. Perjuangannya di Golkar selama ini cukup banyak dan dia diakui sebagai kader yang sudah banyak makan asam garamnya politik sehingga dinilai pantas untuk tampil sebagai kandidat Ketua. Semangat Amru makin naik ketika dalam rapat kerja di Pantai Cermin baru-baru ini beberapa pendukung Umri merapat kepadanya dan meminta Amru uhtuk maju pada Musda mendatang.
Begitu juga dengan Muhyan, tokoh ini memang berniat untuk duduk jadi Ketua apabila dipercaya oleh DPD II Golkar meskipun sebenarnya perjuangan Muhyan di Golkar selama ini tidak dikenal. Tapi yang jelas dia orang Golkar murni dan diyakini memiliki kemampuan untuk menjabat kursi ketua.
Tetapi sumber Mandiri menyebutkan Muhyan sebenarnya tau diri kalau dia kurang dikenal di tubuh Golkar. Karena itu sebuah sumber menyebutkan, Muhyan lebih ingin duduk di Golkar hanya sebatas sebagai Ketua Harian saja, siapapun yang terpilih nantinya dalam Musda. Sumber-sumber Mandiri menyebutkan, untuk mencapai hal itu Muhyan kini bergerilya di Jakarta agar petinggi Golkar mendukungnya untuk duduk menjabat Ketua Harian.
Dari sumber yang sangat layak dipercaya, kemarin malam Muhyan berhasil menemui Akbar Tanjung di kediamannya di Jakarta. Kepada Akbar konon Muhyan menyatakan hasratnya bagaimana dia bisa duduk menjadi Ketua Harian pada kepengurusan Golkar pada periode hasil Musda Hotel Emerald Garden tanggal 23-24 November ini.
Tak diketahui jelas apa tanggapan Akbar pada pembicaraan tersebut, yang diyakini pada Musda Golkar nanti bukan tak mungkin akan terjadi kejutan-kejutan, karena Golkar ke depan disamping mau aman juga ingin dipimpin oleh figur yang memiliki kemampuan mengayomi semua pihak serta memiliki karakter yang memang ikhlas memajukan partai yang sudah terpuruk pada Pileg dan Pilpres pada Pemilu lalu. [sus]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: