Tangkap Semua Pejabat Terlibat Korupsi Drainase

MEDAN, MANDIRI

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis Tanjung SH, secara tegas menyatakan sangat mendukung pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam menegakkan hukum di Sumut, terutama terhadap tindak pidana korupsi.

“Sebagai lembaga yang konsern terhadap penegakan hukum di Sumut, LBH Medan sangat mendukung sikap Kejatisu dalam penegakan hukum didaerah ini, terutama terhadap tindak pidana korupsi,” ujar Muslim kepada wartawan di Medan, Minggu (15/11).

Hal ini dibuktikan dengan ditahannya mantan Camat Medan Perjuangan Drs Syaifuddin Haharap, yang terlibat kasus dugaan penyimpangan anggaran swakelola pengorekan parit dan drainase di Kota Medan.

Sebelumnya pihak kejaksaan juga telah melakukan hal yang sama terhadap mantan Camat Belawan M Ridho Fahlevi, menyusul salah seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan, Parlaungan Lubis, yang kasusnya sudah sampai tahap pengadilan.

Dengan demikian sudah ada tiga oknum yang menjalani proses hukum karena dugaan penyimpangan anggaran swakelola pengorekan parit dan drainase di Kota Medan, dengan nilai Rp10,2 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2007.

Namun di balik ini masih banyak oknum yang juga terlibat, untuk itu diminta kepada pihak kejaksaan untuk melakukan hal yang sama terhadap orang-orang yang diduga ikut menikmati aliran dana drainase tersebut, tegas Muslim.

Sebab kabar yang beredar, dugaan korupsi drainase di Kota Medan ini banyak melibatan camat, diantarnya Camat Medan Denai, Camat Medan Tuntungan, Camat Medan Johor, Camat Medan Sunggal, Camat Medan Timur, Camat Medan Area, Camat Medan Barat, Camat Medan Maimon, Camat Medan Perjuangan, Camat Medan Polonia dan Camat Medan Baru.

Untuk itu semua oknum yang diduga telah menerima aliran dana korupsi tersebut harus ditangkap. Sebab semua manusia sama di mata hukum, siapa yang salah harus di tindak sesuai hukum yang berlaku, termasuk oknum Kabag Administrasi Kemasyarakatan Setdako Medan Damikrot Harahap yang disebut-sebut terlibat dalam tindak pidana korupsi dalam karus pengorekan parit dan drainase di Kota Medan.

“Ini sebagai efek jera bagi pengguna anggaran, khususnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga pihak Kejatisu harus lebih serius melakukkan upaya hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran swakelola pengorekan parit drainase di Kota Medan ini, “ujar Muslim. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: