Mantan Camat Perjuangan Ditahan, 9 Camat Menyusul

MEDAN, MANDIRI

Pengusutan dugaan korupsi pembangunan drainase di 11 kecamatan Kota Medan terus bergulir. Setelah mantan Camat Medan Belawan Ridho Pahlevi Lubis divonis bersalah dan kini telah bebas, giliran mantan Camat Medan Perjuangan Syaifuddin Harahap ditahan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (5/11) lalu.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Utara Erbindo Saragih kepada wartawan, Jumat (13/11) di ruang kerjanya, Jalan AH Nasution, Medan, mengatakan tersangka mantan Camat Medan Perjuangan Syaifuddin Harahap ditahan dalam dugaan penyimpangan dana pengerjaan perbaikan drainase pada tahun 2007 senilai Rp450 juta.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyidik yang diketuai Jaksa Penyidik Aspidsus Kejati Sumatera Utara TR Limbong SH, ditemukan adanya penyimpangan anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut.

Proyek tersebut dikucurkan sebesar Rp450 juta, kemudian dalam pelaksanaannya, mantan Camat Medan Perjuangan Syaifuddin Harahap justru memberikan lagi pekerjaan tersebut kepada Parlaungan Lubis selaku Kasubdis Pengawasan PU Medan senilai Rp270 juta. Parlaungan sendiri sudah divonis bersalah oleh majelis hakim, sedangkan sisa anggaran sebesar Rp180 juta lagi dipakai Syaifuddin.

Sedangkan proyek yang dikerjakan Parlaungan Lubis ini disubkan lagi kepada Suyono atau dipanggil Gendut dengan nilai pengerjaan dipotong 30 persen dari total keseluruhan dana yang diberikan oknum mantan Camat Medan Perjuangan, sehingga proyek pengerjaan sistem drainase tersebut hanya berjumlah Rp135 juta secara keseluruhan.

Atas dasar itulah pihak kejaksaan melakukan penahanan kepada tersangka. Terkait kasus dugaan korupsi drainase ini, mantan Camat Medan Perjuangan Syaifuddin Harahap telah mengembalikan uang sebesar Rp80 juta kepada Kabag Keuangan Kabag Keuangan Sekretariat Pemko Medan Ahmad Sofyan.

Namun, meski telah mengembalikan adanya kerugian negara tersebut, namun proses penyidikan terhadap tersangka dilakukan penahanan, guna mempermudah proses hukum lainnya, papar Erbindo.

Tersangka dikenai sanksi melanggar undang-undang korupsi Pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 yang diperbahurui UU No 21 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman diatas 4 tahun penjara. [ali]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: