Bekukan Golkar Sumut

MEDAN, MANDIRI

Seorang aktivis di daerah ini meminta DPP Partai Golkar segera membekukan Pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara di bawah kepemimpinan HM Ali Umri SH MKn.

“Peringatan terakhir yang dikeluarkan DPP Golkar, merupakan isyarat penting perlunya konsolidasi total di tubuh Golkar Sumatera Utara setelah Munas, termasuk kemungkinan membekukan kepengurusan Golkar Sumut,” kata Drs Gandi Parapat, Koordinator Wilayah Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (MPHI) Sumut, kemarin.

Berbicara melalui telepon usai bertemu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar DR Ir Akbar Tanjung di Jakarta, Kamis (12/11), Gandi mengatakan, Umri dan kawan-kawan harus legowo menerima keputusan DPP. Dikatakan, sebagian besar masyarakat Sumut masih sayang dan cinta dengan Golkar.

Melalui surat Nomor B-50/GOLKAR/XI/2009 tanggal 10 November 2009, DPP Partai Golkar mengeluarkan teguran dan peringatan ketiga (terakhir) kepada Ketua Golkar Sumut Ali Umri. Teguran dan peringatan itu sehubungan dengan kebijakan Golkar Sumut yang menyalahi peraturan partai, di antaranya tentang pengangkatan karataker DPD Golkar Sibolga dan pelaksana Ketua Golkar Binjai.

Selain itu, penetapan Ketua DPRD Binjai, pembentukan DPD Golkar Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli dan membiarkan kekosongan jabatan keanggotaan DPRD Sumut atas nama Ali Umri. Melalui surat itu juga, DPP memerintahkan Umri untuk meninjau kembali semua kebijakan tersebut, termasuk memberi sangsi kepada H Sofiadi Effendi dan H Zefri Januar Pribadi, yang mengatasnamakan Golkar Binjai menyomasi DPP Golkar.

Gandi mengungkapkan sejumlah informasi yang diterimanya dari beberapa pengurus Golkar Sumut tentang kebiasaan Umri melanggar peraturan partai. “Yang lebih parah, informasi saya terima mengatakan, kalau Umri senang dia akan lakukan walaupun melanggar peraturan, tapi kalau tidak senang meski perintah, aturan dan petunjuk pelaksanaan dari DPP selalu diabaikannya. Jadi, wajar saja kalau DPP mengeluarkan peringatan terakhir kepada Umri. Bahkan, selayaknya DPP memecat Umri,” katanya.

Menurut Gandi, surat DPP itu merupakan perintah atasan yang harus dilaksanakan oleh Umri dan kawan-kawan. “Kita sayang kepada Golkar, apalagi di Golkar masih banyak kader-kader potensial yang mampu membesarkan Golkar. Kalau Umri masih sayang dengan Golkar, dia harus menerima keputusan tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat dan wibawa Umri, kalau Umri masih membangkang perintah DPP, maka kita akan lihat Golkar ke depan bisa saja ditinggalkan massa,” ujarnya.

Dukung Syamsul

Gandi yang juga Wakil Sekretaris DPD Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK 1957) Sumatera Utara, merespon disebut-sebutnya Gubsu H Syamsul Arifin SE sebagai calon Ketua Golkar Sumut. Menurutnya, sudah saatnya Syamsul memimpin Golkar Sumut. “Tampilnya Syamsul sebagai Ketua, merupakan bagian dari riwayat panjang kekaderan Syamsul di Golkar. Syamsul adalah orang yang pas memimpin Golkar Sumut,” katanya.

Gandi berjanji akan menyampaikan soal dukungan kepada Syamsul ini kepada pimpinan BMK 1957 Sumut, karena organisasi kepemudaan ini merupakan jaringan strategis bagi Golkar. “Saya akan bicarakan dukungan kepada Syamsul ini dengan teman – teman di Kosgoro 1957 Sumut,” katanya. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: