Siswa Tsanawiyah Gantung Diri

MEDAN, MANDIRI

Seorang santri Pesantren Al Manar di Jalan Karyabakti, Titikuning, Medan Johor, Jumat (13/11) siang ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi. Isu yang beredar, remaja kelas tiga Madrasah Tsanawiyah itu karena dipecat pihak yayasan.

Jasad Yudi Cahyadi Cibro (15) santri asal Aceh Singkil murid kelas III Madrasah Tsanawiyah Pesantren Almanar ini pertamakali ditemukan adik kelasnya, Ulil Azmi (11) yang saat itu hendak buang air besar di toilet pesantren yakni sekitar pukul 11.45 WIB.

Dia terkejut melihat ada yang menggantung di depan toilet. Saat diperiksa, Ulil hampir terjengkang karena melihat korban lehernya terjerat tali yang disimpulkan di plafon atap toilet. Temuan itu langsung dilaporkan Ulil ke teman sekelas korban, yang selanjutnya diteruskan ke pihak sekolah.

“Dia sebelumnya ikut main futsal dengan kami. Tapi kemudian permisi mau ke toilet. Saat itu ku lihat dia bawa tali. Kutanya untuk apa, dia diam aja,” ujar Ulil lagi.

Lebih lanjut, Syahrizal Tarmizi (12) rekan satu kamar korban mengatakan, korban adalah santri asal Aceh Singkil. “Ayahnya orang Aceh, tapi sekarang sudah pindah ke Baganbatu Riau,” katanya.

Dikatakan Surya, dia sama sekali tidak pernah melihat keanehan dari tingkah laku korban selama ini. “Dia itu beberapa hari ini tidur di rumah Ustad Indra (Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Manar). Kabarnya dia mau dipecat,” ujar Syahrizal.

Dikatakannya, selama ini korban memang dikenal agak bandel dan sering bolos masuk ke kelas. Bahkan ada beberapa orang temannya sering menjumpainya korban merokok dan mengisap lem di belakang pesantren. “Di belakang pesantren ada rawa-rawa. Disana memang sering menjadi tempat bolos anak-anak pesantren,” tukas Syahrizal lagi.

Keputusan mengeluarkan korban dari pesantren diakui salah seorang pengasuh pondok pesantren Bambang Suryadi. Korban berulangkali tertangkap tangan menghisap lem dan merokok di lingkungan pesantren.

“Terakhir kali dia ketahuan mengelem menjelang puasa kemarin. Dia ini sudah berulangkali diberi surat peringatan, tapi tetap bandal. Karena itu diputuskan, pembinaan dikembalikan kepada orangtuanya,” sebut Bambang.

Sementara itu Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Pesantren Al Manar Indra Lesmana Muda, terkesan menghindari wartawan. Saat ditemui di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, Indra juga enggan memberikan keterangan. “Kami lagi berduka. Nanti saja,” katanya singkat.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Hendri, menyebutkan korban tewas akibat bunuh diri. Pihaknya tak menemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Namun untuk memastikan hal itu, jasad korban langsung dibawa ke RSUPP Adam Malik Medan.

“Kesimpulan sementara bunuh diri. Mengenai motifnya masih kita telusuri. Tapi dari beberapa keterangan, korban malu karena akan dipecat,” terang Iptu Hendri. [jam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: