Pencopotan Kabid TRTB Jangan Sebatas Ucapan

MEDAN, MANDIRI

Wakil rakyat menagih janji Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang akan menindak tegas Kabid Pengendalian dan Penataan Ruang (sebelumnya ditulis Kabid Pengawasan) Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Thamrin ST. Jangan sampai pencopotan Thamrin hanya sebatas ucapan.

“Pak Wali harus konsisten dengan yang disampaikannya. Segera tindak tegas Kabid TRTB karena memeriksa bangunan di malam hari serta meminta sejumlah uang kepada pemilik bangunan dengan dalih diperintah atasan,” tegas Ketua Komisi D DPRD Medan Ir H Ahmad Parlindungan Batubara, Selasa (10/11).

Lindung yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Medan menambahkan, tidak ada alasan Walikota mengulur-ngulur pencopotan Thamrin. Apalagi Walikota mengakui bukan kali ini saja masyarakat melaporkan “kelakuan” pejabat eselon III yang satu ini kepada Walikota.

“Segera tindak tegas. Karena kalau dilama-lamakan, dan tindakan Pak Wali hanya sebatas ucapan, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pak Wali bakal menurun sebab Walikota dinilai tidak bisa bersikap tegas kepada bawahannya,” tegas Lindung.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Pengendalian dan Penataan Ruang Dinas TRTB Thamrin ST melakukan tugas di malam hari untuk memeriksa bangunan. Peristiwa ini terjadi Rabu (4/11) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Pembangunan, Helvetia, Medan, di lingkungan Akademi kebidanan Sehati yakni sebuah rumah merangkap Klinik Bersalin yang memiliki IMB. Bahkan kata pemilik untuk mengurus izinnya itu dia sudah membayar sampai Rp30 juta ke Dinas TRTB.

Persoalannya kata ibu S br Marpaung, pemilik bangunan itu, klinik itu dipenuhi oleh siswa Akbid Sehati milik anaknya untuk sementara. Menurut Ibu Marpaung hal itu terpaksa dilakukannya karena asrama siswi Akbid Sehati penuh dan untuk sementara ditampung di klinik itu. Hal inilah dijadikan Kabid Pengendalian dan Penataan Ruang Dinas TRTB bersama dua anak buahnya, Z dan H sebagai pintu masuk untuk meminta uang sebesar Rp10 juta.

Tentu saja Ibu Marpaung terkejut dan menyatakan malam-malam seperti itu dia tidak memiliki uang sebanyak yang diminta. Tapi Thamrin mendesak terus karena katanya itu perintah atasannya yang memerlukan uang malam itu juga sebesar Rp10 juta. Tak dijelaskan apakah atasannya itu Kadis atau Walikota. Cuma saja karena Walikota sekarang gencar melakukan penertiban, bagi Ibu Marpaung yang pensiunan Polwan itu menduga di dalam hatinya atasan yang dimaksud Thamrin adalah Walikota. Tapi karena tak memiliki uang dia tetap menolak.

Hebat dan mencengangkan Thamrin malah memaksa supaya Ibu Marpaung mengambil uangnya melalui ATM. “Masa Ibu tak punya ATM, kita ambil saja malam ini. Rp8 juta pun jadi karena ini suruhan atasan saya,” kata sang Kabid. Karena tetap ditolak akhirnya Thamrin memberi tempo sampai Jumat (6/11) agar Ibu Marpaung menyiapkan uang yang Rp10 juta, kalau tidak dia akan membongkar bangunan itu. Menurut Ibu Marpaung karena persoalan itu, lebih bagus dia mengusir para siswi Akbid itu dari kliniknya dari pada membayar Rp10 juta.

Ketika hal ini diceritakan kepada anggota DPRD Medan, Ilhamsyah dari Fraksi Partai Golkar, tokoh pemuda Melayu ini sangat terkejut. Dia meminta agar Walikota segera mengambil tindakan, apalagi kalau permintaan uang secara paksa seperti itu dengan alasan untuk atasannya.

“Saya tau betul dengan Pak Wali, mana mungkin dia menyuruh bawahannya melakukan hal seperti itu,” kata Ilhamsyah tegas. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: