Tak Diberi Uang Jajan, Anak SMA Bunuh Ompung Kandungnya

TARUTUNG, MANDIRI

Entah setan apa yang merasuki LS, anak usia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini. Ia tega menghabisi nyawa neneknya sendiri, Dortina Tampubolon (64) hanya karena tidak diberikan uang jajan oleh sang nenek.

LS yang sejak beberapa tahun terakhir tinggal serumah dengan korban di Dusun Pea Nariburan Desa Huta Raja Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara langsung diboyong ke Mapolres Taput sekitar 3 jam pasca mayat korban ditemukan tewas bersimbah darah di kebun kopi yang berjarak sekitar 15 meter di belakang rumah korban, Sabtu (7/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam pengakuannya kepada polisi, LS yang kini berstatus tersangka mengungkapkan bahwa ia menghabisi nyawa neneknya itu dengan cara memukul pakai balok kayu, setelah mereka sempat bertengkar mulut, sore itu. Pertengkaran bermula saat LS berniat meminta sejumlah uang untuk jajan dan keperluan sekolah kepada korban, namun korban tidak mengabulkan permintaan LS.

“Saya kesal pak, ompung (nenek) tidak mau memberikan uang,” aku LS dihadapan Penyidik Reskrim Polres Taput.

Beberapa saat kemudian, saat korban tengah berada di dapur, LS berusaha merebut puro (dompet) korban dengan cara paksa. Bahkan, LS yang kalut langsung memukul wajah neneknya itu dengan sebatang balok kayu hingga bersimbah darah dan tewas. Kemudian LS mengambil uang Rp20.000 dari dompet korban yang sudah tak berdaya karena pukulan tersebut.

Mengetahui neneknya sudah tewas, LS kemudian menyeret mayat korban ke kebun kopi di belakang rumah sembari berusaha menghilangkan jejak dengan mengubur handuk serta membuang syal milik korban di dekat LS meletakkan mayat korban.

“Usai melakukan aksinya, tersangka LS sempat berniat untuk pergi martandang (kencan) bersama pacarnya di Siborongborong. Namun dia (LS) berhasil kita tangkap terlebih dahulu. Sebab, berdasarkan keterangan dan bukti dihimpun dalam penyelidikan, dapat dipastikan bahwa pelaku mengarah kepada LS,” terang Kapolres Taput melalui Kabag Bina Mitra Polres Taput Kompol A Harahap didampingi Kanit Reskrim Iptu Muhammad Hasan, Minggu (8/11) di Mapolres Taput.

Atas perbuatannya, LS diganjar dengan KUHP pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Tersangka masih berstatus anak, jadi ada perlakuan khusus dalam penyelidikan. Misalnya, penempatannya di ruang tahanan anak, tersangka didampingi pihak Balai Penelitian Sosial dan proses penyelidikan lebih cepat,” terang Iptu Muhammad Hasan. [frh]

One Comment to “Tak Diberi Uang Jajan, Anak SMA Bunuh Ompung Kandungnya”

  1. adwuh kejam banget sih tiu oarang……dah gila kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: