Budaya Korupsi Diduga Masih Kental di PTPN IV

SIMALUNGUN, MANDIRI

Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani korupsi dengan menjebloskan orang-orang penting ke dalam penjara tampaknya membuat sebagian orang berpikir untuk melakukan korupsi. Namun bagi sebagian lainnya budaya korupsi itu sepertinya tetap terpelihara.

Di PTPN IV Kebun Sidamanik misalnya, diduga pihak manajemen perkebunan milik negara ini mengkorupsi dana proyek replanting (penanaman kebun teh baru) miliaran rupiah. Akibatnya ratusan hektare lahan yang diproyeksikan berproduksi tahun 2012 gagal alias puso. Warga setempatpun ramai-ramai mengolah lahan tersebut dengan berbagai tanaman ringan dan sudah ada yang panen beberapa kali.

Seorang mantan pimpinan karyawan yang baru pensiun dari perkebunan teh ini kepada wartawan, Sabtu (7/11) mengungkapkan, replanting yang dilaksanakan tahun 2008 itu terkesan manjadi ajang mencari untung bagi pihak manajemen dengan tidak mengindahkan aturan yang telah digariskan dalam peraturan replanting.

Replanting yang berada di Afdeling 4/D Blok 101-104 seluas 100 Ha itu menelan dana sebesar Rp2,6 miliar dengan perincian Rp2.600.000 per Ha. Dana sebesar itu menjadi terbuang percuma karena pelaksanaan replanting asal-asalan. Diduga penggunaan dana proyek itu tidak tepat sasaran alias dikorupsi, sehingga berpengaruh pada pelaksanaan di lapangan sangat jelek.

Mantan pimpinan karawan yang tidak ingin disebut jati dirinya ini lebih jauh menjelaskan, sebenarnya setengah dari dana Rp2,6 M itu cukup untuk melaksanakan program replanting untuk 100 Ha bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan benar sesuai aturan yang telah digariskan. Tetapi bila dana itu tidak tepat sasaran sudah pasti para pelaksana di lapangan melakukan seadanya, akibatnya replanting gagal.

Untuk diketahui, Manajer Perkebunan Teh Sidamanik Ir BWW sebelumnya adalah Manajer Kebun Marjadi dengan meninggalkan sejumlah permasalahan. Diantaranya dana pensiun dini yang belum terealisasi sampai saat ini, padahal administrasi diperkebunan itu menunjukkan dana pensiun dini tersebut telah dibayarkan. Jadi siapa yang menerima? Akibatnya persoalan itupun sudah ditangani pihak Polres Simalungun, karena diduga para petinggi Kebun Marjandi yang saat itu dipimpin Ir BWW melakukan penggelapan dana pensiun dini. Apakah budaya korupsi itu ikut pindah ke Kebun Sidamanik? [lis/tos]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: