Disambut Bak Pahlawan, Gubsu pun Terharu

MEDAN, MANDIRI

Kedatangan Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE yang membawa piagam penghargaan dari Menteri Keuangan atas keberhasilan Pemprovsu terbaik I dalam mengelola keuangan, ekonomi dan kesejahteraan disambut meriah bak pahlawan oleh berbagai komponen masyarakat dan para pejabat teras Sumut di VIP Room Bandara Polonia Medan, Jumat (6/11).

Gubsu tampak terharu begitu keluar dari pintu pesawat melihat berbagai komponen strategis tersebut spontan menyongsongnya sembari mengalungkan bunga dan secara teratur menyalami dan sebagian memeluk beliau dengan hangat.

Diantara pejabat dan komponen strategis tersebut Wakil Gubernur Sumut H Gatot Pudjo Nugroho, Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM, Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut Sudjono, Anggota DPRD Sumut Arifin Nainggolan, Ketua MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA, Ketua Forkala Sumut Prof T Luckman Sinar Al Haj, unsur PGI, Ketua DPRD Medan H Denny Ilham Panggabean, Dirut PT Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu, Direktur PT Perkebunan Provsu Ir Hj Heriati Chaidir, Dekan Fakultas Ekonomi USU Jhon Tafbu Ritonga, pimpinan KNPI Sumut dan pimpinan OKP diantaranya Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Anuar Shah serta komponen masyarakat lainnya.

Begitu tiba sekitar pukul 11.30 WIB, Gubsu mengaku terharu, karena sama sekali tidak mengira bakal disambut seperti itu. Diapun menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya karena Sumut berhasil meraih penghargaan pertama dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Kepada wartawan, Gubsu mengatakan, penghargaan yang diterima Pemprovsu itu harus disyukuri. Karena, untuk pertama kali Pemprovsu mendapat penghargaan karena berhasil mengelola keuangan. Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh aparat di jajaran Pemprovsu. Kata Gubsu, penghargaan itu mampu diraih Sumut karena bantuan dan kerja keras aparat di jajaran Pemprovsu.

“Saya memaknai prestasi ini dapat kita raih karena kinerja staf-staf saya dibantu anggota DPRD Sumut. Saya selama ini mengajak, mari majukan Sumut,” ujar Gubsu.

Gubsu juga mengaku, sama sekali tidak mengira bakal mendapat penilaian terbaik dalam mengelola keuangan daerah, ekonomi dan kesejahteraan. Katanya, yang menilai tersebut adalah tim penilai independen selama priode setahun kinerja pengelolaan keuangan daerah.

“Penghargaan yang kita terima ini sesuai penilaian tim independen, tanpa kita ketahui timnya siapa, dan macam mana. Saya baru tahu akan mendapat penghargaan ini tiga hari sebelumnya. Saya diundang untuk hadir menerima penghargaan,” sebutnya.

Disebutkan Gubsu, ada beberapa kreteria yang menjadi penilaian tim sehingga Pemprovsu menerima penghargaan tersebut. Yakni meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), APBD Sumut 2010 disahkan tepat waktu, meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk, penurunan kemiskinan dan peningakatan manajemen keuangan dari penilaian disclaemer berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2008 naik dua tingkat menjadi memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Dari penilaian lima inilah, kita mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penilaian ini saya tahu setelah penghargaan itu diberikan. Akhirnya Sumut terpilih nomor satu. Kita mendapat satu kertas penghargaan dan dana insentif Rp38 miliar. Ini akan menjadi motivasi bagi PNS di jajaran Pemprovsu untuk terus meningkatkan kinerja utamanya dalam pengelolaan keuangan,” harap mantan Bupati Langkat ini.

Gubsu mengajak, kerjasama tim dan aparat di jajaran Pemprovsu tetap dijaga. Selain itu, selalu mendiskusikan permasalahan yang terjadi di Pemprovsu. Dia juga bilang, keberhasilan Sumut meraih penghargaan dari Menteri Keuangan tersebut tidak terlepas dari bimbingan BPKP.

Dia juga mengaku keberhasilan yang diraih Sumut tidak terlepas dari tulisan dan kritikan yang disampaikan wartawan di media massa. “Karena itu saya tak mau ditinggalkan wartawan. Kadang-kadang, ada orang dikritik wartawan tak suka. Tapi saya suka itu. Tapi saya tidak terima begitu saja, biasanya informasi dari wartawan saya cek dan ricek kembali. Informasi wartawan itu sangat berguna bagi saya, karena langsung datang dari lapis bawah,” sebut dia.

Disebutkan Gubsu, untuk menjaga agar para pimpinan SKPD dan aparat di jajaran Pemprovsu tidak melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan, dirinya menyerahkan sepenuhnya pengawasan ke Kepala Inspektorat Nurdin Lubis. “Saya beri kewenangan penuh kepada Kepala Inspektorat. Jika salah, langsung beri sanksi tegas. Tapi Alhamdulillah, hingga kini kerjanya masih baik,” lanjut dia.

Tentang alokasi dana insentif bantuan Menteri Keuangan ke Pemprovsu sebesar Rp38 M menurut Gubsu akan dimasukan ke PAPBD 2010. Kemana nantinya akan dialokasikan, pihaknya masih akan merumuskannya dengan pimpinan SKPD dan panitia anggaran DPRD Sumut.

Sementara itu Dekan FE USU Jhon Thafbu Ritonga yang ikut menyambut beserta para Pembantu Dekan menyatakan FE akan terus membantu Pemprovsu mendorong upaya peningkatan perekonomian masyarakat.” Saya berharap Pak Gubsu terus menggenjot para pimpinan SKPD untuk lebih kretatif dan lebih dinamis dalam menggerakkan program SKPD-nya dan membina para stakeholder” ujar Dekan FE USU yang optimis indikator ekonomi tahun depan di Sumut akan lebih baik lagi.

“Momentum punya pemimpin Sumut seperti H Syamsul Arifin yang memiliki daya komunikasi yang memikat ke atas, ke samping dan ke rakyat, akan lebih mewujudkan Sumut yang lebih kondusif, dinamis dan luar biasa,” ujar pakar ekonomi ini.

Sementara itu Ketua Komisi C mewakili pimpinan DPRD Sumut Arifin Nainggolan menyatakan bangga atas keberjasilan ini dan ini bukti pemerintah pusat serius untuk menilai kinerja pemerintah daerah. Selain itu Arifin juga bangga kepada Gubsu H Syamsul Arifin yang punya kepiawaian dalam membina kerja sama dengan legislatif, pemerintah pusat dan pemkab pemko sehingga bisa menggerakkan dinamika pembangunan Sumut. “Pemprovsu dan kita jangan cepat puas bahkan terlena tapi ini memotivasi untuk berperestasi lebih baik lagi,” ujar politisi Demokrat ini.

Sekdaprovsu RE Nainggolan menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut naik rata-rata di atas nasional dalam tiga tahun terakhir masing-masing tahun 2006 naik 12,87 persen, 2007 naik 9,80 persen dan 2008 naik 32,19 persen.

Selanjutnya proses penetapan Perda APBD diterima oleh pemerintah pusat mulai APBD 2009, P-APBD 2009 dan APBD 2010 tepat waktu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Bahkan se-Indonesia APBD 2010 Sumut tercepat nomor tiga.

Sedangkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2008 naik dua tingkat menjadi memperoleh Wajar Dengan Pengecualian (OWP) dari tiga tahun sebelumnya pada peringkat terendah (disclaimer).

Dalam kriteria ekonomi dan kesejahteraan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2009 sebesar 6,39 persen sementara nasional 5,9 persen, indeks pembangunan manusia (IPM) urutan ke-8 nasional sebesar 72,8 sedangkan nasional 70,59, inflasi 10,72 tahun 2008 di bawah rata-rata nasional 11,06 persen, tingkat pengangguran 8,25 persen atau 51.000 pengangguran sedangkan nasional 10,20 persen, tingkat kemiskinan 12,56 persen sedangkan nasional 15,42 persen. [oga]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: