Mayat Bayi Dibuang ke Aek Sigeaon Taput, Kerusakan Moral Sudah Sampai ke Huta-huta

TARUTUNG, MANDIRI

Tindakan membuang bayi, baik masih hidup maupun yang sudah tak bernyawa, makin lazim kita dengar di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Medan. Celakanya, di pelosok alias huta-huta pun, cermin kerusakan moral itu sudah terjadi.

Warga Saitnihuta, Tarutung, menemukan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang diduga sengaja dibuang ke Aek (Sungai) Sigeaon, Kamis (5/11).

Mayat tersebut pertama sekali dilihat para pekerja bangunan beronjong disekitar tepian sungai sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya para pekerja tersebut hanya melihat sebuah tangan yang terapung kemudian melihat seluruh tubuh yang ternyata mayat manusia yang masih bayi.

Melihat mayat tersebut, para pekerja beronjong berupaya untuk mengambil mayat bayi tersebut dari dalam sungai. “Para pekerja beronjong berlari ke hilir sungai dan mengambil mayat bayi tersebut dari tepian sungai yang selanjutnya menghubungi Polres Taput,” terang salah satu warga, Rosmeri Boru Hutagalung di lokasi kejadian.

Rosmeri mengatakan, setelah kepolisian datang maka mayat bayi tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah RSU Swadana Tarutung. Serta beberapa dari pekerja yang menjadi saksi dibawa polisi guna pemeriksaan. “Kalau bagaimana selanjutnya kami kurang tau, soalnya langsung dibawa polisi,” paparnya.

Leksa Tobing, warga sekitar mengatakan bahwa perbuatan membuang bayi ke sungai tersebut merupakan tindakan yang tidak bermoral. Memang jika bayi tersebut masih baru lahir dan tidak memiliki status agama bukan berarti dapat dibuang begitu saja. Sebab bayi tersebut adalah manusia. “Kan bisa dikubur dengan baik tanpa embel-embel tanda keyakinan. Dan itu lebih manusiawi dari pada membuang ke sungai,” jelasnya.

Kapolres Taput AKBP J Didiek DP mengatakan bahwa saat ini sejumlah keterangan telah dikumpulkan oleh pihak kepolisian guna pengembangan kasus tersebut. Serta keterangan semenatra yang dihimpun dari tim medis mayat tersebut masih berusia 0 hari. “Bahkan kematiannya diduga masih dalam hitungan jam,” paparnya.

Didiek menjelaskan bahwa bayi tersebut dibuang setelah meninggal. Sebab dari kondisi fisik bayi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau sistim kelahiran yang aneh. Bahkan dibagian lengan tangan bayi dilihat ada bekas infus serta ada juga upaya untuk penyelamatan dengan ditemukannya bekas selang oksigen.

“Namun kita tidak tau di medis mana bayi itu dilahirkan dan siapa medisnya. Tetapi kita pastikan bahwa ada campurtangan medis dalam persalinannya. Sehingga kita menduga bahwa bayi itu dibuang setelah meninggal. Selain itu pihak kepolisian juga masih berupaya untuk mencari siapakah ibu dari bayi tersebut,” katanya.

Dari beberapa petunjuk tersebut, Didiek mengatakan bahwa dugaan kuat bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap atau hubungan tanpa status. Sebab jika bayi tersebut lahir dilingkungan keluarga yang baik serta memiliki status yang jelas maka akan dilakukan penguburan dengan cara yang manusiawi dan tidak dibuang begitu saja.

“Namun seperti apapun itu tetap akan ada sanksi terhadap pelakunya. Baik si medis ataupun si ibu. Tergantung siapa pelaku pembuangan tersebut. Bahkan jika si bayi meninggal karena unsur kesengajaan maka akan dikenakan sanksi pidana murni yang dijerat dengan pasal 338 dengan hukuman maksimal 9 tahun,” pungkasnya. [frh]

2 Komentar to “Mayat Bayi Dibuang ke Aek Sigeaon Taput, Kerusakan Moral Sudah Sampai ke Huta-huta”

  1. sobinoto be namasa di huta taon
    molo dang tanggung jawab unang asal dipabbaheni nian
    mlo manghojot tu biang i nian disollop hon
    lobi2 sian biang do pangalaho ni jolma na si songoni
    \stuju bilang oke

  2. abbal abbal ni hata di2a do kejadian i

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: