Labuhanbatu Layak Miliki Bandara

MEDAN, MANDIRI

Ditinjau dari berbagai aspek, Kabupaten Labuhanbatu dinilai sudah layak memiliki lapangan terbang. Bahkan, kalau dinilai khusus dari potensi sumber daya alam (SDA)-nya, kabupaten yang baru dimekarkan menjadi tiga kabupaten ini, lebih layak dibanding sejumlah kabupaten lain di Sumut yang sudah lebih dulu memiliki bandara udara (Bandara).

Penilaian tersebut dikemukakan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut Isma Fadly Ardya Pulungan SAg SH di ruang kerjanya, Selasa (3/11).

“Bandingkan saja dengan Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa) dengan lapangan terbangnya Bandara Sibisa, di Tapanuli Utara (Taput) dengan Bandara Silangit-nya dan di Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Bandara Aek Godang-nya. Dari tiga kabupaten ini, saya melihat sebenarnya Labuhanbatu lebih layak memiliki Bandara,” kata anggota Komisi C DPRD Sumut tersebut.

Secara khusus, ia membandingkan lagi dengan Kabupaten Tobasa dan Taput. Potensi kedua kabupaten ini sangat jauh di bawah Labuhanbatu. “Memang, selama ini diharapkan kedua Bandara di Tobasa dan di Taput dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Tapi ternyata, harus diakui bahwa selama ini geliatnya kurang berkembang,” kata Isma.

Nah, Isma Fadly lebih yakin, andai saja kabupaten ini memiliki lapangan terbang, maka Labuhanbatu dan kabupaten lain yang ada di sekitarnya, akan jauh lebih berkembang. “Paling tidak, selain kabupaten induk yakni Labuhanbatu Induk, dua kabupaten pemekarannya yakni Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu Utara (Labura) akan jauh berkembang pesat,” katanya.

Isma Fadly yang juga Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Kota Medan ini menjelaskan, sebetulnya rencana pembangunan Bandara di Labuhanbatu ini, sudah pernah dibicarakan di DPRD Labuhanbatu. “Bahkan, informasi terakhir yang saya dengar, PTPN3 dikabarkan tidak mempersoalkan lahannya dijadikan sebagai lokasi Bandara. Memang, yang menjadi lokasi direncanakan terletak di kawasan Aek Nabara,” katanya.

Isma Fadly juga yakin, upaya mendorong agar “langit” Labuhanbatu diterbangi si burung besi itu, tidak akan mempengaruhi pendapatan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Selama ini, armada yang akrab bagi masyarakat ke Labuhanbatu adalah Kereta Api. “Tapi saya yakin, itu tak ada pengaruhnya. Kalau pun ada, tidak begitu terasa. Karena sebenarnya, segmen pasar kedua angkutan ini berbeda,” jelas Isma.

Sejalan dengan itulah, selaku anggota DPRD Sumut, Isma Fadly Pulungan berjanji akan memperjuangkan terwujudnya pembangunan Bandara di Labuhanbatu. “Saya akan menggalang teman-teman untuk mewujudkannya. Karena yang kita perjuangkan ini juga realistis,” katanya.

Langkah awal yang akan dilakukan, menurut Isma, adalah mendorong agar Pemprov Sumut berjuang mendapatkan sokongan dana pembangunannya dari APBN. “Begitu juga dari dana APBD Sumut dan APBD Labuhanbatu, kita akan dorong semua pihak,” katanya meyakinkan. [adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: