Izin Praktek Bostang & Anita Dicabut, Korban Dugaan Malpraktek Melapor ke Polisi

TARUTUNG, MANDIRI

Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara akhirnya mencabut izin praktek Bostang Simanjuntak dan Anita Andayani. Pencabutan izin praktek Bostang dan Andayani tertuang dalam surat No 441/3500/PK/X/2009 pada tanggal 28 Oktober 2009.

Kepala Dinas Kesehatan Taput Jumaga Nainggolan SKM MSi kepada wartawan di Tarutung, Jumat (30/10) menjelaskan, pencabutan izin praktek tersebut berdasarkan temuan tim Dinkes Taput yang menyelidiki dugaan malparaktek di Toko Obat Lisa Siborongborong dengan korban Medison Simorangkir, penduduk Kelurahan Siborongborong.

Mengomentari tindakan Dinkes Taput yang mencabut izin praktek Bostang dan Anita, salah seorang masyarakat Siborongborong, M Br Silaban mengatakan, tindakan tersebut sudah tepat. Bahkan kalau bisa, jangan lagi dikeluarkan izinnya. Sebab warga khawatir akan jatuh korban berikutnya. “Cukuplah perawat, bidan dan dokter profesional yang berpengalaman diberi izin praktek,” ujar Br Silaban.

Melapor ke Polisi

Sementara itu, korban dugaan malpraktek, Medison Simorangkir, resmi membuat pengaduan, Jumat (30/10) ke Polres Tapanuli Utara dengan No B/1373/X/2009 tanggal 30 Oktober 2009. Pengaduan korban diterima Kasat Reskrim Taput AKP E Munte di Mapolres Taput.

“Kita memberikan surat pengaduan secara tertulis di atas materai dengan bukti-bukti perobatan saya selama berobat di RS Elisabeth Medan dan RS Gleni International Hospital, juga ikut kita lampirkan surat pernyataan jawaban tertulis dari saudara Bostang Simanjuntak sewaktu dipertanyakan Kepala UPT Kesehatan Siborongborong Dr Rikardo Situmeang dengan pertanyaan secara tertulis, surat pencabutan izin praktek Bostang Simanjuntak dan Anita Idayani pemilik Toko Obat Lisa oleh Dinas Kesehatan Tapanuli Utara,” ujar Medison kepada wartawan.

Isi surat pernyataan pengaduan secara tertulis yang disampaikan ke Polres Tapanuli Utara, tentang pengobatan yang dilakukan Bostang Simanjuntak. “Ketika saya bersama istri datang ke Toko Obat Lisa pada pertengahan bulan Oktober 2008, untuk berobat bisul yang ada dipunggung saya. Kami menunggu di Toko Obat Lisa dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB, lalu Bostang Simanjuntak (pemilik Toko Obat Lisa) menyuruh saya berbaring di tempat tidur periksa. Kemudian Bostang mengatakan bahwa penyakit yang saya derita tidak berbahaya, kemudian Bostang mengambil pisau kecil dari celah dinding rumahnya, pisau kecil tersebut kemudian disiram pakai air panas dari termos, lalu pisau kecil tersebut digunakan untuk membelah bisul pada punggung saya dan setelah itu punggung saya ditekan dengan kuat, punggung saya berulangkali ditekan selama sekitar setangah jam, sehingga saya merasa sangat kesakitan dan lemas. Lalu saya disuntik dan diberi obat dan disuruh datang lagi berobat besoknya, pada saat pengobatan dilakukan Bostang Simanjuntak semua disaksikan istri saya pada saat itu,” ujar Medison.

Lalu, keesokan harinya sekitar jam 5 pagi, ketika Medison bangun, ia merasa sangat kebas pada kedua kakinya. “Saya coba berjalan ke kamar mandi untuk buang air, kedua kaki saya sangat kebas dan lemas pada saat itu. Setelah itu kembali ke tempat tidur, kedua kaki saya semakin kebas dan akhirnya kedua kaki saya tidak dapat digerakkan lagi. Lalu saya menghubungi Bostang via telepon tapi tidak mau menjawab. Karena sudah parah, lalu sekitar pukul 6 pagi saya dilarikan ke RSU Balige Tobasa untuk pertolongan. Setelah di UGD RS Belige, saya diperiksa salah seorang dokter. Saat itu Bostang datang ke RS Belige datang mengatakan, kenapa langsung datang kesini Lae? Kenapa tidak diberitahu saya? Lalu Bostang mengatakan kepada saya bahwa penyakit saya adalah diabetas, tidak apa-apa itu,” ujar Medison menirukan penjelasan Bostang.

Karena pihak RS Belige tidak bisa menangani penyakit Medison, akhirnya pasien dirujuk ke RS Elisabet Medan. “Di sana saya ditangani dr Mengara Silalahi. Mengara menjelaskan bahwa penyakit saya suda parah, lalu saya dirujuk ke dr Nababan, lalu saya pindah ke RS Gleni Medan. Di sana ditangani dr Sujatmiko dan dr Hisar Manurung, lalu meraka mengatakan bahwa penyakit saya sudah parah, yaitu infeksi pada saraf punggung, sehingga kaki tidak dapat digerakkan. Ini bukan akibat penyakit diabetes, tetapi akibat infeksi pada punggung dan pada saat itu saya diajurkan untuk menuntut pertanggungjawaban orang yang pertama kali menyayat bisul di punggung saya. Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya kedua kaki saya harus diamputasi, sehingga saya sekarang tidak memiliki kaki lagi, yang mana kedua kaki tersebut sangat saya butuhkan agar saya dapat bekerja menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anak,” ujar Medison.

Korban menuding Bostang dalah pembohong karena mengatakan penyakitnya tidak berbahaya. Selain itu Bostang dituding tidak bertanggungjawab. “Sudah kami persiapkan gugatan dugaan malpraktek yang dilakukannya kepada saya,” ujar Medison.

Sementara itu, Anggota DPRD Taput Jasa Sitompul SH MH saat dijumpai wartawan seputar tindakan yang diambil Medison Simorangkir yang membuat pengaduan kepada penegak Hukum mengatakan, tindakan tersebut adalah langkah yang terbaik dalam menuntaskan segala masalah apalagi masalah yang bertentangan dengan hukum. Apabila Bostang Simanjuntak benar melakukan malparktek kepada pasien Medison Simorangkir, itu sudah menyalahi prosedur tenaga kesehatan. Demi menegakkan hukum kepada Bostang Simanjuntak, tidak cukup hanya mencabut izin prakteknya, Bostang harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku guna mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Lanjut Jasa Sitompul, untuk kedepannya Dinas Kesehatan Taput harus lebih teliti dan memperbanyak jadwal tugas dalam pengawasan terhadap seluruh tempat praktek kesehatan di Tapanuli Utara, jangan hanya di kantor saja, harus benar-benar menjalankan visi misi Pemerintah Kabupaten Taput yang salah satunya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. [frh]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: