Cewek Uzbek Tidak Ditemukan

–Kadisbudpar Sidak M City–

MEDAN, MANDIRI

Tim Penertiban Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan kembali melakukan penertiban usaha hiburan. Kamis sore (26/2), giliran M City Karaoke di Jalan Warigin, Medan, diinspeksi mendadak (sidak). Dalam sidak yang dipimpin langsung Kadisbudpar H Syarifuddin SH itu, Tim Penertiban tidak menemukan cewek penghibur asal Uzbekistan seperti yang kerap diisukan disediakan pihak pengelola hiburan.

PENGARAHAN. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Syarifuddin SH memberikan pengarahan kepada Manajer M City Rajab saat sidak, Kamis (26/2). (foto: mandiri/ist)

PENGARAHAN. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Syarifuddin SH memberikan pengarahan kepada Manajer M City Rajab saat sidak, Kamis (26/2). (foto: mandiri/ist)

Awalnya, kedatangan Tim Penertiban yang tanpa pemberitahuan agak membuat karyawan maupun pengunjung terkejut. Namun setelah dijelaskan maksud kedatangan tim untuk membuktikan tudingan sejumlah kalangan bahwa pihak pengelola hiburan menyediakan cewek penghibur asal Uzbekistan, mereka akhirnya mafhum.

Setelah dilakukan peninjauan ke seluruh ruangan, Tim Penertiban tidak menemukan cewek Uzbek yang selama ini diisukan sejumlah kalangan disediakan pihak pengelola hiburan sebagai cewek penghibur. Tudingan sejumlah kalangan yang menyebut pihak pengelola hiburan menyediakan cewek Uzbekistan, seketika langsung termentahkan.

Manajer M City Rajab yang datang usai Tim Penertiban melakukan peninjauan mengatakan, pihaknya selaku pengelola M City tidak pernah menyediakan cewek penghibur apalagi cewek Uzbekistan seperti dilontarkan sejumlah kalangan. Ia juga berharap, sidak ini sekaligus menjadi jawaban bagi semua pihak, bahwa pengelola M City Karaoke tidak pernah menyediakan cewek penghibur apalagi cewek Uzbek.

Rajab menambahkan, selain tidak menyediakan cewek penghibur, pihaknya juga selalu mematuhi peraturan yang berlaku antara lain tidak membolehkan masuk anak di bawah umur, serta jam buka mulai pukul 14.00-02.00 WIB untuk hari biasa dan pukul 14.00-03.00 WIB untuk hari libur. Rajab juga mengaku siap ditindak, jika pihaknya terbukti melakukan pelanggaran.

Mendengar penjelasan Rajab dan setelah sebelumnya melakukan peninjauan, Kadisbudpar Syarifuddin mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak pengusaha hiburan yang menyalahi peraturan. Sebaliknya, pengusaha yang mentaati peraturan akan dibina supaya usaha-usaha pariwisata di Kota Medan dapat bertambah maju.

Sebelumnya, Rabu (25/2), Tim Penertiban Disbudpar Kota Medan juga dipimpin langsung Syarifuddin, menutup tempat hiburan Asia Mega Mas Garden karena tak memiliki izin serta Friend Salon sebab diduga beralih fungsi menjadi panti pijat. Tempat hiburan dan salon yang ditutup tersebut berlokasi di Komplek Asia Mega Mas.

Syarifuddin menambahkan, pihaknya akan terus menertibkan usaha-usaha pariwisata di Kota Medan seperti tempat hiburan, salon, panti pijat, biliar, dan usaha-usaha pariwisata lainnya sampai usaha-usaha tersebut benar-benar tertib sesuai aturan yang berlaku. [adi]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: