Money Changer PT Deli Megah Valutindo Akan Ditindak

–Kasus Penipuan Dua Turis Belanda–

MEDAN, MANDIRI

GM AP II Bandara Polonia Medan Endang A Sumiarsa mengaku kecewa atas kasus penipuan penukaran uang euro yang dialami turis Belanda yakni Henricus Van Gemert bersama isterinya, Allegonda Hendriks di money changer kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan.

“Kalau WN Belanda itu komplain baik melalui media atau melapor kepada kami, akan segera kita tindak perusahaan money changer tersebut,” tegas Endang.

Sebab, peristiwa itu selain telah mencoreng dunia pariwisata Sumut juga dinilai mengganggu kenyaman dan merugikan penumpang. “Memang itu hak mereka (perusahaan money changer), tetapi saya setuju ini memalukan dunia pariwisata Sumut dan kenyamanan dan merugikan penumpang,” kecamnya.

Endang menegaskan, kejadian itu merupakan tanggungjawab pihaknya untuk melakukan tindakan kepada perusahaan money changer tersebut yang disinyalir selalu melakukan hal yang sama bagi turis bahkan TKI yang pulang.

Demikian pula, pihak perusahaan money changer itu tidak memasang papan nilai tukar mata uang di luar. “Papan money changer tersebut harus dipasang di luar, bukan di dalam ruangan. Kita segera turun untuk menyelesaikannya,” kata Endang.

Sementara wartawan mengkonfirmasi kejadian itu kepada pihak perusahaan money changer PT Deli Megah Valutindo, Yeni salah seorang staf perusahaan tersebut mengatakan dua turis Belanda tidak melakukan komplain.

“Kita sudah lama disini, itu bukan penipuan karena turis tersebut tidak komplain,” ujarnya.

Disinggung kenapa pihaknya masih memasang harga tukar (beli) uang satu euro ke rupiah hanya Rp10.300 dan tidak sesuai dengan kurs sekarang senilai Rp14.500, dia mengatakan pihaknya mencari untung.

“Uang sewa tempat di bandara ini mahal, makanya kita cari untung penukaran uang. Kita gak ikut nilai tukar Bank Indonesia,” ucapnya.

Perusahaan money changer PT Deli Megah Valutindo jauh berbeda dengan perusahaan money changer lainnya yang ada di Bandara Polonia Medan.

Pasalnya, money changer itu hanya memasang papan nilai tukar mata uang saja. Sedangkan nilai beli mata uang asing sama sekali tidak disertakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penipuan nilai mata uang tersebut terjadi, Senin (26/1). Peristiwa itu dialami dua turis Belanda yakni Henricus Van Gemert bersama isterinya, Allegonda Hendriks.

Ketika itu, keduanya yang baru tiba di Bandara Polonia Medan bermaksud menukarkan 1.000 euro di money changer milik PT Delimegah Valutindo yang terletak di dalam terminal kedatangan internasional.

Setelah memberikan uangnya, seorang pegawai perusahaan money changer tersebut lalu menukarkannya dan memberikan uang itu dalam bentuk rupiah sebesar Rp10,5 juta.

Dua warga asing tersebut kebingungan dan menyampaikan keluhannya kepada guide. Selanjutnya mereka mendatangi money changer tersebut dan mempertanyakannya. Mendapat protes dari dua WNA Belanda dan guidenya, money changer itu menberikan tambahan penukaran uang sebesar Rp2 juta.

WNA Belanda itu mengetahui kalau nilai tukar euronya hanya dihargai persatu euro hanya Rp12.500. Sementara nilai tukar sebenarnya satu euro Rp14.500. Terakhir turis Belanda kecewa dan meminta hanya menukarkan uang euronya sebesar 200 euro dari sebelumnya 1.000 euro. Namun pihak money changer menolak, sehingga turis tersebut merasa tertipu. [hum]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: